BPKP Akan Monitoring Pengelolaan RSUD Sulbar, Ini Tujuannya

Kepala BPKP Sulbar, Arif Ardionto, mengungkapkan hal tersebut saat ditemui sejumlah wartawan di RSUD

BPKP Akan Monitoring Pengelolaan RSUD Sulbar, Ini Tujuannya
nurhadi/tribunsulbar.com
RSUD Sulbar

Laporan Wartawan TribunSulbar.com, Nurhadi

TRIBUNSULBAR.COM, MAMUJU - Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Sulbar, bakal melakukan monitoring terhadap pengelolaan Rumah Sakit Umum Daerah (DPRD) Sulbar, pascakisruh 17 dokter spesialis menyatakan mundur dari RSUD tersebut.

Kepala BPKP Sulbar, Arif Ardionto, mengungkapkan hal tersebut saat ditemui sejumlah wartawan di RSUD yang terletak di Jl. Marthadinata, Kelurahan Simboro, Kecamatan Simboro, Mamuju, Jumat (5/1/2017).

"Kami akan meminta akses kepada Gubernur Sulbar untuk melakukan monitoring terhadap pengelolaan rumah sakit ini untuk beberapa bulan kedepan," katanya.

Ia mengatakan, hal tersebut dilakukan sebagai langkah untuk melakukan pembenahan yang lebih kongkrit terhadap permasalah yang ada di RSUD milik pemerintah Provinsi Sulbar.

"Sejauh ini kami belum melihat adanya pelanggaran tentang administrasi ataupun SOP, namun lebih kepada masalah miskomunikasi antara manajemen dan dokter," ungkapnya.

Arif Ardiyanto menambahkan, langkah selanjutnya yang bakal dilakukan yakni memperbaiki hubungan antara manajemen dengan para dokter spesialis melalui pelaksanaan Focus Group Discusion (FGD) dengan menghadirkan dua pihak.

"Kita akan dengan dari dua pihak, apa sebenarnya permasalah yang mereka keluhkan atau kebutuhan apa yang belum dipenuhi, kemudian kami memberikan penilaian, apakah benar-benar kebutuhan mereka tidak dapat dipenuhi atau yang diminta tidak dapat dipenuhi rumah sakit," ujarnya.

Ia mengatakan, pihaknya akan bangun komitmen bersama melalui forum FGD, agar dapat membungun sistem yang lebih transparan, sehinga kecurigaan-kecurigaan tidak lagi timbul.

"Membangun rumah sakit yang maju, tidak hanya tugas gubernur dan manajemen, tapi dokter juga harus sama-sama memahami sehingga dapat pelayanan kesehatan dapat optimal,"katanya.

Ia mengukapkan, benarnya pihaknya sudah memiliki data tentang permasalah yang terjadi di RSUD, namun masih enggang menyampaikan sebab belum mendengar keterangan dari kedua pihak.

"Jadi nanti hasil FGD akan kita komprontir dengan data yang sudah kami miliki. batu kita mengambil tindakan sehingga tidak ada lagi dusta diantara manajemen dan pihak dokter, agar dapat saling memahami antara kebutuhan dokter dan kemampuan rumah sakit," tuturnya

Penulis: Nurhadi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help