Dirjen Bina Yankes Kemenkes RI Tinjau RSUD Sulbar, Ini Tujuannnya

Kunjungan tersebut dilakukan guna mengurai permasalah yang terjadi di RSUD Sulbar, terkait 17 dokter spesialis menyatakan

Dirjen Bina Yankes Kemenkes RI Tinjau RSUD Sulbar, Ini Tujuannnya
nurhadi/tribunsulbar.com
Direktorat Jenderal Bina Yankes (Dirjen Bina Yankes) Kementerian Kesehata Republik Indonesia (Kemenkes RI), dr. Bambang Wibowo, melakukan kunjungan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Regional Sulawesi Barat (Sulbar), Kamis (4/1/2017). 

Laporan Wartawan TribunSulbar.com, Nurhadi

TRIBUNSULBAR.COM, MAMUJU - Direktorat Jenderal Bina Yankes (Dirjen Bina Yankes) Kementerian Kesehata Republik Indonesia (Kemenkes RI), dr. Bambang Wibowo, melakukan kunjungan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Regional Sulawesi Barat (Sulbar), Kamis (4/1/2017).

Kunjungan tersebut dilakukan guna mengurai permasalah yang terjadi di RSUD Sulbar, terkait 17 dokter spesialis menyatakan mundur disebabkan adanya ketidak harmonisan antara direktur dr. Andi Munasir.

"Sebenarnya, kita ini datang silaturahmi, membangun komunikasi dengan pihak manajemen agar rumah sakit ini ke depan dapat memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat," katanya dr. Bambang Wibowo kepada TribunSulbar.

Dikatakan, sebuah rumah sakit dapat berjalan dengan baik, jika semua unsur yang dibutuhkan di rumah sakit, seperti dokter, sara prasarana, alat kesehatan dan obat harus memadai, sebab jika salah satu diantaranya kurang, maka kebutuhan masyarakat tidak akan bisa terpenuhi dengan baik.

"Kita sementara mencari, apa yang bisa kita lakukan agar rumah sakit ini dapat berfungsi kembali dengan optimal agar masyarakat mendapatkan manfaat yang lebih luas," ujarnya.

Satu hal yang dianggap akan menjadi solusi, kata Bambang, RSUD Sulbar harus secepatnya didorong menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Sebab menurutnya, jika BLUD dapat didorong dengan cepat, maka berbagai persoalan yang ada, sebagian besar akan dapat diselesaikan.

"Para dokter juga akan kita akan ingatkan untuk kembali memberkan pelayanan, apalagi sebagai ASN harus taat pada aturan. Malam ini saya akan ketemu dengen mereka," tuturnya.

Ia mengungkapkan, muara dari persoalan tersebut adalah tata kelola sebuah organisasi yang kurang berjalan dengan disebabkan adanya miskomunikasi antara pihak manajemen dan dokter spesialis.

"Kasihan masyarakat yang seharus mendapatkan pelayanan sebagai hakdasar, olehnya rumah sakit ini harus dibangun terus menenus, budaya dan mutu tidak bisa diciptakan dalam satu hari, karena rumah sakit yang baik adalah rumah sakit yang mendapat akreditasi paripurna," jelasnya.

Direktur RSUD Sulbar dr. Andi Munasir, saat ditemui mengatakan, kedatangan tim Dirjen Kemenkes untuk melakukan mengklarifikasi mendalam atas semua persoalan yang terjadi.

"Mereka menawarkan solusi, tapi kita akan tunggu dengan hasil pembicaraan 17 dokter dengan Dirjen karena akan melakukan pertemuan malam ini, tapi yang jelas sudah ada langkah-langkah strategis yang disampaikan, bagaimana mengatasi ketika 17 dokter benar-benar mundur," katanya.

Penulis: Nurhadi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help