TribunTimur/

17 Dokter Spesialis Mengundurkan Dari RSUD Sulbar, Dirjen Kemenkes Lakukan Ini

Kepala Dinas Kesehatan mengungkapkan, hal itu dilakukan guna mengurai permasalah yang terjadi di RSUD Sulbar

17 Dokter Spesialis Mengundurkan Dari RSUD Sulbar, Dirjen Kemenkes Lakukan Ini
nurhadi/tribunsulbar.com
Direktur RSUD dokter Andi Munasir dan Kadis Kesehatan Sulbar dr. Ahmad Azis mengantar Dirjen Bina Yankes Kemenkes dr. Bambang Wibowo dan rombongan menuju ruangan kerjanya untuk melakukan pertemuan tertutup. 

Laporan Wartawan TribunSulbar.com, Nurhadi

TRIBUNSULBAR.COM, MAMUJU - Usai melakukan pertemuan tertutup dengan beberapa dokter spesialis yang melibatkan BPKP dan mengecek sejumlah peralatan Rumas Sakit Umum Daerah (RSUD) Regional Sulbar, Dirjen Bina Yankes, Kementerian Kesehatan RI, bakal kembali melakukan pertemuan tertutup dengan 17 dokter spesialis yang menyatakan mundur dari RSUD beberapa waktu lalu.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulbar, dr. Ahmad Azis, saat ditemui di RSUD yang terletak di Jl. Marthadinata, Kelurahan Simboro, Kecamatan Simboro, Mamuju, Kamis (4/12/2018).

Kepala Dinas Kesehatan mengungkapkan, hal itu dilakukan guna mengurai permasalah yang terjadi di RSUD Sulbar, dimana 17 dokter spesialis menyatakan mundur disebabkan adanya ketidak harmonisan antara direktur dr. Andi Munasir.

"Setelah ini, nanti malam akan dilakukan pertemuan dengan 17 dokter yang menyatakan mundur dari RSUD, mereka ingin menggali informasi terkait permasalahannya. Mau tahu akar masalahnya, kenapa bisa terjadi seperti ini," kata dr. Ahmad Azis kepada TribunSulbar.com.

"Kalau ini terjadi berkepanjangan, sebarnya 17 dokter tidak masalah kalau mereka mau mundur, tapi yang menjadi masalah adalah masyarakat akan menjadi korban. Misal ada yang tiba-tiba sakit strok tapi dokter tidak ada,"kata dia menambahkan.

Ia membeberkan, pertemuan antara 17 dokter dan tim Kemenkes RI yang dipimpin langsung oleh Dirjen Bina Yankes dr. Bambang Wibowo, akan dilangsungkan di Kantoe Dinas Kesehatan Provinsi Sulbar, Jl. Abd Malik Pattana Endeng, Kelurahan Rangas, sekitar Pukul 19:00-21:00 Wita.

"Memang yang datang ini adalah Dirjen yang menangani pelayanan rumah sakit dan Puskesmas, mereka yang memberikan pembiayaan sehingga mereka turun melihat sejauh mana pelaksanaannya,"ujarnya.

Sebab, kasihan kata dia, ketika rumah sakit besar seperti ini memiliki satu pasien di UGD, satu pasien di perawatan anak. "Nah inilah yang menjadi perhatian, sehingga ingin dipertemukan di mana masalahnya, karena jangankan cari 17 cari dua dokter spesialis saja susuh," tuturnya.

Dia menjelaskan, mengenai pertemuan tertutup yang tidak melibatkan Kadis dan Direktur, dimaksudkan agar informasi yang mereka peroleh murni dari para dokter yang masih tinggal di RSUS dan manajemen lainnya.

Penulis: Nurhadi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help