Tawarkan Pesona Alam Bawah Laut, Dinas Pariwisata Mamuju Fokus Kembangkan Ini

Ia menambahkan, Karampuang dijadikan sebagai fokus pengembangan wisata di Mamuju, sebab kata Sahari Bulai

Tawarkan Pesona Alam Bawah Laut, Dinas Pariwisata Mamuju Fokus Kembangkan Ini
ist
Pemandangan bawah laut karya peserta lomba Under Water Fotograri di acara Mamuju Ocean Festival (MOF) yang diselenggarakan oleh Pemprov Sulbar pada tanggal 20-21 Mei 2017 lalu. 

Laporan Wartawan TribunSulbar.com, Nurhadi

TRIBUNSULBAR.COM, MAMUJU - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), tahun ini masih memfokuskan pengembangan atau pemeliharaan obyek wisata Pulau Karampang.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Mamuju, Sahari Bulan, saat ditemui di rungan Kerjanya Jl. Gatot Subroto, Kelurahan Simboro, Kelurahan Simboro, Kecamatan Simboro, mengatakan, tahun ini rencanannya melakukan beberapa penambahan fasilitas seperti gasebo dan dermaga.

"Tahun ini kami juga akan melakukan pengadaan kapal sebagai alat trasnportasi para wisatawan menuju obyek wisata Pulau Karampuang," katanya kepada TribunSulbar.com.

"Memang yang menjadi ikon wisata di Kabupaten Mamuju adalah Pulau Karampung. Sehingga tahun ini kami juga melakukan pengadaan kapal, karena yang kita punya sekarang, sudah tidak layak lagi dijadikan sebagai alat transportasi," ujarnya menambahkan.

Ia menambahkan, Karampuang dijadikan sebagai fokus pengembangan wisata di Mamuju, sebab kata Sahari Bulai, bukan lagi hanya wisatawan lokal yang berkunjung, namun sudah dikenal hingga mancanegara dengan terumbu karang atau alam bawa lautnya yang menawarkan pesona yang bagus.

"Karampuang sudah pernah masuk juara tiga nasional dengan kategori surga tersembungi dibawah laut, sehingga kita masih memfokuskan pengembangan disana karena itu adalah ikon utama kita. Apalagi sekerang sudah ditunjang dengan adanya aliran listrik dari pembangkit tenaga Surya,"paparnya.

Ia mengungkapkan, selain Pemerintah Kabupaten Mamuju, pengembangan obyek wisata Pulau Karampung juga ditunjang dengan bantuan Bank Indonesia dalam hal pengembangan fasilitas dan ekspose wisata.

Mengenai retribusi, kata Sahari Bulan, pihaknya berencana akan menijau ulang regulasi yang digunakan selama ini, sebab dinilai belum maksimal atau belum terlalu membawa dampak naiknya pendapatan daerah.

"Untuk saat ini, retribusi kita masih Rp 2 ribu per kepala untuk masuk lokasi wisata. Itu kita anggap belum maksimal atau belum terlalu dirasakan hasilnya oleh daerah, sehingga kita berencana meninjau ulang regulasinya" terangnya.

Halaman
12
Penulis: Nurhadi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help