TribunTimur/

Taj Mahal Terancam Rusak, Ini yang akan Dilakukan Pemerintah India

Sumber di badan tersebut menyatakan, banyaknya jumlah pengunjung yang datang berpotensi membuat marmer putih cepat aus.

Taj Mahal Terancam Rusak, Ini yang akan Dilakukan Pemerintah India
Shutterstock
Taj Mahal merupakan salah satu peninggalan budaya Islam di India. 

TRIBUN-TIMUR.COM-Badan konservasi yang menangani Taj Mahal dilaporkan berencana untuk mengurangi jumlah turis asal India.

Dilansir AFP Rabu (3/1/2018), Survei Arkeologi India berencana menetapkan jumlah pengunjung lokal hanya 40.000 per hari.

Sumber di badan tersebut menyatakan, banyaknya jumlah pengunjung yang datang berpotensi membuat marmer putih cepat aus.

Hal itu membuat pengelola bekerja untuk mencegah keausan tersebut. Selain ancaman polusi udara yang membuat marmer menjadi kuning.

Baca: Ini Dia Lima Kota Paling Padat di Dunia, Dua dari India

"Kami harus memastikan keselamatan monumen dan pengunjung. Ini menjadi tantangan bagi kami," kata sumber tersebut.

Sumber itu melanjutkan, larangan tersebut tidak berlaku bagi wisatawan mancanegara. Sebab, mereka telah membayar 1.000 rupee India, sekitar Rp 212.000 sebagai tiket masuk.

Sedangkan wisatawan lokal hanya dikenai biaya masuk sebesar 40 rupee, atau sekitar Rp 8.500.

Taj Mahal dibangun oleh Kaisar Mughal, sepanjang 1632 sampai 1653.

Baca: Bahas Film Makassar, Shaheer Sheikh Blak-blakan di Media India: Jangan Percaya dengan Makelar, Loh?

Monumen setinggi 73 meter itu dibangun Shah Jahan sebagai persembahan cinta kepada sang permaisuri, Mumtaz Mahal, yang meninggal pada 1631 setelah melahirkan anak ke-14 mereka.

Oleh UNESCO, Taj Mahal dimasukkan ke dalam salah satu Tujuh Keajaiban Dunia.

AFP memberitakan, setiap harinya rata-rata pengunjung Taj Mahal mencapai 10.000-15.000 orang.

Jumlah tersebut melonjak cukup tajam di akhir pekan, dengan turis yang memadati Taj Mahal bisa menembus angka 70.000 orang.(*)

Berita Ini sebelumnya terbit di Kompas.com dengan judul Selamatkan Taj Mahal, India Berencana Kurangi Turis Lokal

Editor: Anita Kusuma Wardana
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help