Polda Sulsel Temukan Ada Kerugian Negara pada Kasus Pohon Ketapang

Tim penyidik Polda Sulsel menemukan ada dugaan kerugian negara dalam kasus pohon Ketapang Cendana Makassar.

Polda Sulsel Temukan Ada Kerugian Negara pada Kasus Pohon Ketapang
TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
Deretan pohon ketapang kencana yang ditanam diatas trotoar Jl Haji Bau, Makassar, Rabu (20/9). Proyek pengadaan tujuh ribu bibit pohon ketapang yang menghabiskan dana APBD sebanyak Rp9,3 miliar program Pemkot Makassar diduga terdapat unsur penyimpangan yang mengarah ketindak pidana korupsi (Tipikor). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Darul Amri Lobubun

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Tim penyidik Polda Sulsel menemukan ada dugaan kerugian negara dalam kasus pohon Ketapang Cendana Makassar.

Hal tersebut disebutkan setelah ada proses pemeriksaan terhadap Walikota Makassar, Danny Pomanto di Mapolda Sulsel, Rabu (3/1/2018) siang tadi.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Dicky Sondani mengatakan, dari hasil temuan sementara oleh tim penyidik, ada temuan kerugian dalam kasus ini.

"Ada kerugian negara Rp 1 Miliar, ini penghitungan sementara dari penyidik kami. Tapi kami akan masih menunggu hasil audit dari tim BPKP," kata Dicky.

Sebelumnya, Danny usai diperiksa tim penyidik. Mengakui pada kasus ini tidak ada kerugian, dan itu disebut dari audit Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK).

Lanjut Dicky, dugaan korupsi Ketapang tahun 2016 ini, mempunyai nilai Pagu anggaran Rp 6.918.000.000 milyar dan terealisasi Rp 5.027.263.000 milyar.

"Maka itu, ada indikasi terjadi mark up harga pada pohon ketapang dan juga kurangnya bolume item pekekerjaan pada pohon ketapang," jelas Dicky. (*)

Penulis: Darul Amri Lobubun
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help