TribunTimur/

Peneror Amatir Polsek Bontoala Belum juga Ditangkap Densus 88

Polda Sulsel hingga kini belum juga menangkap pelaku pelemparan bom di markas Polsek Bontoala, Makassar.

Peneror Amatir Polsek Bontoala Belum juga Ditangkap Densus 88
TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
Tim Inafis Polri cabang Makassar bersama Satreskrim Polrestabes Makassar gelar prarekonstruksi di Mapolsek Bontoala, Jl Sunu, Makassar, Senin (1/1/2018). Tim mengumpulkan beberapa barang bukti yang ditemukan dilokasi pelemparan bom yang terjadi saat dini hari di Mapolsek tersbut. Adapun barang bukti yang ditemukan diantanya ialah dua botol besar berisi bensin, puluhan baut, pisau dapur, sumbu pemicu diduga bom, beserta bekas sisa bukti lainnya. Tim Identifikasi masih mencari pelau kasus pelemparan bom jenis bom pipa di Polsek Bontoala. TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Darul Amri Lobubun

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Polda Sulsel hingga kini belum juga menangkap pelaku pelemparan bom di markas Polsek Bontoala, Makassar.

Padahal, pihak kepolisian Polda Sulsel mengaku pelemparan bom rakitan di Mapolsek Bontoala tiga hari yang lalu tersebut, adalah pelaku teror amatir.

Walau demikian, Kabid Humas Polda Kombes Pol Dicky Sondani mangatakan, saat ini tim Densus 88 anti teror dan tim gabungan Polda menemukan titik terang.

"Pelaku ini sedikit lagi kita tangkap ya, progresnya sudah 75 persen diketahui sketsa dan ciri-ciri pelaku," kata Dicky saat dikonfirmasi, Rabu (3/1/2018).

Lanjut Dicky, walau pelempar rakitan bom dari bensin, bahan petasan dan sumbu itu diketahui sketsa, tapi polisi belum mendeteksi keberadaan pelaku.

"Sketsanya sudah ada. Tapi sementara Densus dan tim Polda masih lakukan pencarian. Kami belum tahu apa pelaku di Makassar atau di luar," jelas Dicky.

Kasus pelemparan bom rakitan itu, Kombes Dicky Sondani menambahkan, kasus tersebut masih ditangani Subdit I Kemneg Ditreskrimum Polda Sulsel.

Kemudian, jika pelaku sudah ditangkap maka akan diserahkan kepada pihak penyidik Reskrim Polsek Bontoala untuk dilakukan proses penyidikan.(*)

Penulis: Darul Amri Lobubun
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help