Makanan dan Rokok Jadi Pemicu Inflasi di Makassar pada Akhir Tahun 2017

Khusus untuk Makassar pada Desember 2017 mengalami inflasi 1,09 persen atau terjadi perubahan indeks dari 130,67

Makanan dan Rokok Jadi Pemicu Inflasi di Makassar pada Akhir Tahun 2017
TRIBUN TIMUR/MUHAMMAD FADHLY ALI
Kepala BPS Sulsel, Nursam Salam di sela jumpa pers di kantornya Jl Haji Bau Makassar, Jumat (15/12/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Timur Hasrul

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Desember 2017, Sulawesi Selatan (Sulsel) mengalami inflasi sebesar 1,04 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 131,29, inflasi ini lebih tinggi dibandingkan bulan yang sama tahun 2016 sebesar 0,30 persen.

Tingkat inflasi tahun kalender (Januari-Desember) 2017 sebesar 4,44 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Desember terhadap Desember 2016) sebesar 4,44 persen. Sedangkan tingkat inflasi pada periode yang sama tahun kalender 2016 sebesar 2,94 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun untuk Desember 2016 sebesar 4,48 persen.

Data ini berdasarkan hasil survei harga konsumen yang dilakukan Badan Pusat Statistik (PBS) Sulsel pada pasar tradisional dan pasar modern di lima Kota/Kabupaten yaitu Bulukumba, Watampone, Makassar, Parepare dan Palopo.

Dimana menunjukkan bahwa lima kota tersebut tercatat mengalami inflasi. Inflasi tertinggi di Parepare sebesar 1,11 persen dengan IHK 126,28 dan inflasi terendah di Bulukumba sebesar 0,30 persen dengan IHK 136,31.

"Bulukumba masuk dalam daftar lima inflasi terendah Kabupaten/Kota di Indonesia," ungkap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel, Nursam Salam saat rilis hasil survei tersebut di Kantornya Jl Haji Bau Makassar, Selasa (2/1).

Khusus untuk Makassar pada Desember 2017 mengalami inflasi 1,09 persen atau terjadi perubahan indeks dari 130,67 pada November 2017 naik menjadi 132,10 pada Desember 2017.

Inflasi dipicu oleh naiknya harga-harga komuditi yang ditunjukkan oleh naiknya indeks pada kelompok bahan makanan sebesar 2,68 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,17 persen.

Lalu Kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,64 persen, kelompok sandang sebesar 1,60 persen, kelompok kesehatan sebesar 1,68 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,04 persen dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 0,68 persen

Penulis: Hasrul
Editor: Ardy Muchlis
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help