Korban Kecelakaan Maut di Depan Al Markaz Putri Kerabat Anggota DPRD Maros

Adika Rezky Wahyuni (15) korban kecelakaan maut di depan masjid Al Markaz jalan Jenderal Sudirman

Korban Kecelakaan Maut di Depan Al Markaz Putri Kerabat Anggota DPRD Maros
HANDOVER
Adika Rezky Wahyuni korban kecelakaan maut di depan masjid Al Markaz jalan Jenderal Sudirman, berfose bareng rekannya saat masih hidup.

TRIBUN TIMUR.COM, MAROS - Adika Rezky Wahyuni (15) korban kecelakaan maut di depan masjid Al Markaz jalan Jenderal Sudirman, merupakan siswi kelas tiga SMP Al Ishlah, Maros, Rabu (3/1/2018).

Kecelakaan tersebut melibatkan truk pengangkut semen DD 8577 AB yang dikemudikan oleh Basir (35) dan Honda Beat Honda Beat warna orange DD 6656 EP yang dikendarai Adika.

Adika yang dibonceng oleh rekannya, Azahra Syarifa (14) ditabrak lalu digilas truk saat pulang dari sekolah. Rencananya, korban akan pulang ke rumahnya di Lingkungan Data, Kelurahan Pallantikang, Maros Baru.

Sulung dari tiga bersaudara ini merupakan anak pasangan Usman dan Hana. Usman merupakan salah satu kerabat anggota Komisi III DPRD Maros, Akbar Endra.

"Dika (nama panggilan korban) mengendarai motornya dengan pelan. Tiba-tiba muncul mobil truk moleng dengan kecepatan tinggi menyenggolnya, saat berada di depan Al Markaz," kata Akbar.

Dika lalu jatuh dan kepalanya terbentur di bodi truk tersebut. Akibatnya, kepala pecah dan otaknya terhambur di aspal setelah terinjak ban truk.

Korban kecelakaan, sekitar 50 meter dari jalan masuk ke Lingkungan Data. Dika akan berbelok ke arah rumahnya di samping Mesjid Al Markaz.

"Kelalaian supir truk molleng itu, mengakibatkan kecelakaan yang merenggut nyawa putri dari Pasangan Usman dan Hana," katanya.

Menurut Akbar, ayahnya korban, Usman merupakan tukang lemari aluminium, dan Hana berprofesi sebagai pedagang pakaian anak di Pasar Maros. Mereka kehilangan putri sulung yg sangat disayangnya.

"Ayahnya tak bisa menahan tangis ketika kabar putrinya mengalami nasib nahas. Usman histeris dan Hana pingsan. Jenazah Dika dibawah ke rumah sakit Salewangan lalu di ke rumah duka," kata Akbar.

Adiknya, Zifa yang baru berusia 9 tahun, termenung. Kakaknya yang menhadi guru ngajinya tewas seketika. Murid kelas empat SD ini, tak sanggup menghapus air matanya.

"Semoga anak-anak kita dan keluarga kita semua terhindar dari kecelakaan naas di jalan raya," katanya.(*)

Penulis: Ansar
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help