Kejati Sulsel Tahan Kadis Kesehatan Enrekang, Ini Kasusnya

Menurut Kepala Kejari Enrekang, Emanuel Achmad, penyerahan tersangka digelar di Kejati Sulsel untuk memudahkan proses

Kejati Sulsel Tahan Kadis Kesehatan Enrekang, Ini Kasusnya
Muh Azis Albar/Tribunenrekang.com
Penyerahan tersangka dan barang bukti kasus dugaan korupsi RS Pratama Belajen Enrekang, di Kantor Kajaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel, Rabu (3/1/2018). 

Laporan Wartawan TribunEnrekang.com Muh Azis Albar

TRIBUNENREKANG.COM, ENREKANG - Kasus dugaan korupsi Rumah Sakit (RS) Pratama Belajen, Kecamatan Alla, Kabupaten Enrekang telah dinyatakan P21 dan memasuki tahap dua.

Kepolisian daerah (Polda) Sulsel telah menyerahkan tersangka dan barang bukti kasus tersebut ke Kejaksaan negeri (Kejari) Enrekang.

Penyerahan tersangka dan barang bukti kasus tersebut dilakukan di Kantor Kajaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel, Rabu (3/1/2018).

Menurut Kepala Kejari Enrekang, Emanuel Achmad, penyerahan tersangka digelar di Kejati Sulsel untuk memudahkan proses tindak lanjut kasus tersebut.

Itu lantaran, proses persidangan nantinya bakal digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Makassar.

"Jadi tadi kita sudah terima tersangka dan barang buktinya, proses serah terimanya kita sengaja lakukan di Kejati Sulsel untuk mempermudah tindak lanjut kasus ini," kata Emanuel Achmad kepada TribunEnrekang.com, Rabu (3/1/2018).

Ia menjelaskan, usai prosesi penyerahan tersebut, ketiga tersangka langsung menjadi tahanan jaksa penuntut.

"Ketiga tersangka tadi langsung kita tahan di rumah tahanan Kota Makassar, mereka bakal kita tahan selama 20 hari," ujarnya.

Ia menambahkan, jika dalam 20 hari berkas perkara belum dilimpahkan ke pengadilan untuk disidangkan, pihaknya masih bisa mengajukan perpanjangan penahanan selama 30 hari.

"Tapi kita optimis, sebelum 20 hari berkas perkara sudah lengkap dan dilimpahkan ke pengadilan untuk disidangkan," tuturnya.

Kasus dugaan korupsi RS Pratama Belajen melibatkan tiga tersangka, yakni Kepala dinas kesehatan Enrekang, Marwan Ahmad Ganoko sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan dua pelaksana proyek dari PT Haka Utama, Sandi Dwi Nugraha dan Kilat Karaka.

Anggaran pembangunan Rumah Sakit (RS) Pratama Belajen sebesar Rp 4,738 miliar dari dana alokasi khusus tahun 2015.

Dari hasil perhitungan kerugian negara oleh BPKP Perwakilan Provinsi Sulsel, kerugian negara pada proyek ini senilai Rp 1.077.878.252.

Penulis: Muh. Asiz Albar
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help