TribunTimur/
Home »

Wajo

Kawasan Wisata Rumah Adat Atakkae Wajo Bakal Dipercantik Lagi, Segini Anggarannya

Pembangunan kawasan wisata ini menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp 1,8 miliar.

Kawasan Wisata Rumah Adat Atakkae Wajo Bakal Dipercantik Lagi, Segini Anggarannya
st hamdana/tribunwajo.com
Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Wajo akan mengembangkan Kawasan Wisata Rumah Adat Atakkae yang berada di Kelurahan Atakkae, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. 

Laporan Wartawan TribunWajo.com, St Hamdana Rahman

TRIBUNWAJO.COM, TEMPE - Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Wajo akan mengembangkan Kawasan Wisata Rumah Adat Atakkae yang berada di Kelurahan Atakkae, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.

Pengembangan tersebut dengan menambahkan bangunan penunjang, seperti pedestrian, pagar, serta bangunan pusat oleh-oleh.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Wajo, Andi Darmawangsa mengatakan, pedestrian yang akan dibangun terhubung dengan kantin yang berada di bagian belakang kawasan wisata tersebut.

Untuk bagian selatan dan utara kawasan wisata, akan dibangun pagar sepanjang 314 meter.

Baca: Pecinta Burung Meriahkan Lomba Kicau di Rumah Adat Atakkae Wajo

Baca: Burhanuddin Unru Buka Wajo Expo di Rumah Adat Atakkae

"Kemudian ada pagar pembatas yang akan mengelilingi Rumah Adat Saoraja La Tenri Bali. Pagar tersebut dirancang berbentuk walasuji, yang merupakan pola khas bugis," kata Andi Darmawangsa, Rabu (3/1/2018).

Untuk pembangunan di tahun 2018, kawasan wisata ini menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp 1,8 miliar yang bersumber dari APBN.

Kawasan Wisata Rumah Adat Atakkae dibangun pada masa pemerintahan Bupati Wajo Dahlan Maulana, tahun 1995.

Selain rumah adat utama yaitu Rumah Adat Saoraja La Tenri Bali, di kawasan wisata itu juga tersebar puluhan rumah adat yang lebih mini dan merupakan simbol rumah adat dari setiap Kacamatan se-Kabupaten Wajo.

Di dalam kawasan wisata juga terdapat gazebo yang bersebelahan langsung dengan danau. Untuk masuk di kawasan wisata ini, Dinas Pariwisata memungut retribusi Rp 2 ribu per orang.(*)

Penulis: St Hamdana Rahman
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help