Pilkada Pinrang 2018

Panwaslu Pinrang Sidang 4 Balon Bupati Pinrang, Penyebabnya Soal Ini

ASN itu dilarang memasang spanduk atau baliho yang mempromosikan dirinya ataupun orang lain sebagai bakal calon kepala daerah.

Panwaslu Pinrang Sidang 4 Balon Bupati Pinrang, Penyebabnya Soal Ini
hery syahrullah/tribunpinrang.com
Salah satu figur balon Bupati dan Wakil Bupati Pinrang yang berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) dipanggil pihak Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu). 

Laporan Wartawan TribunPinrang.com, Hery Syahrullah

TRIBUNPINRANG.COM, WATANG SAWITTO - Empat figur balon Bupati dan Wakil Bupati Pinrang yang berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) dipanggil pihak Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu).

Mereka adalah Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pinrang Hamka Mahmud, Sekprov Sulsel Abdul Latif, Kepala Dinas PMD Pinrang Alimin, dan Camat Patampanua Andi Sofyan Nawir.

Panggilan untuk klarifikasi itu dilakukan di Kantor Panwaslu Pinrang, Jl Dr Wahidin Sudiro Husodo, Kecamatan Watang Sawitto, Kabupaten Pinrang.

"Ia dipanggil untuk mengklarifikasi dugaan pelanggaran aturan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemempan RB) RI," tutur Ketua Panwaslu Pinrang, Ruslan, Selasa (2/1/2018).

Baca: Balon Bupati Bantaeng Berstatus ASN Diminta Segera Turunkan Baliho

Baca: Sekprov Sulsel Penuhi Panggilan Panwaslu Pinrang, Ini Pelanggarannya

Ia menyebutkan, ASN itu dilarang memasang spanduk atau baliho yang mempromosikan dirinya ataupun orang lain sebagai bakal calon kepala daerah/wakil kepala daerah.

"Hal itu jelas termaktub dalam surat edaran Kemempan RB nomor B/71/M.SM.00.00/2017," jelas Ruslan.

Sementara itu, lanjutnya, keempat figur tersebut dilaporkan memiliki baliho yang mepromosikan dirinya sebagai balon bupati dan wakil bupati yang bergambar dirinya.

"Makanya kami panggil mereka untuk klarifikasi," ujarnya.(*)

Penulis: Hery Syahrullah
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help