Minta Rujuk Tapi Ditolak, Warga Dusun Bayour Mamuju Tengah Ini Habisi Nyawa Istrinya

Pelaku meminta untuk rujuk kembali karena sudah lama tidak serumah, tapi korban tidak mau akhirnya cekcok.

Minta Rujuk Tapi Ditolak, Warga Dusun Bayour Mamuju Tengah Ini Habisi Nyawa Istrinya
nurhadi/tribunsulbar.com
Warga Dusun Bayour, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat (Sulbar), Laillang (tengah) harus berurusan dengan hukum lantaran tega menghabisi nyawa istrinya saat malam tahun baru. 

Laporan Wartawan TribunSulbar.com, Nurhadi

TRIBUNSULBAR.COM, MAMUJU - Warga Dusun Bayour, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat (Sulbar), Laillang (48) harus berurusan dengan hukum.

Itu lantaran Laillang tega menghabisi nyawa istrinya bernama Satriani pada malam tahun baru dengan cara ditikam menggunakan sajam atau badik di Desa Babana, Kecamatan Budong-budong, Mamuju Tengah.

Pelaku saat ini diamankan di Mapolsek Budong-budong, setelah Unit Reskrim Polsek Budong-burong menjemput pelaku sekitar pukul 09.30 Wita di Mapolsek Topoyo.

Pelaku menyerahkan diri sekitar pukul 06.30 Wita ke rumah Kanit Binmas Polsek Topoyo, Aiptu Sukirta, usai melarikan diri.

Berdasarkan informasi yang diperoleh TribunSulbar.com, awalnya terjadi percekcokan antara Laillang dengan Satriani. Pelaku meminta kepada korban untuk rujuk kembali sebab sudah lama pisah ranjang.

Baca: 2017, Kasus Pembunuhan Meningkat di Sulbar

Baca: Ini 5 Kasus Pembunuhan Sadis di Pinrang Sepanjang 2017, No 4 Pelakunya Belum Diringkus

Setelah pelaku datang untuk membujuk, korban menolak sehingga terjadi cekcok dan berujung maut. Sebelum kejadian, korban bahkan membantu menyiapkan makanan karena bermaksud ingin merayakan tahun baru di rumah saudara kandung pelaku.

Kapolsek Budong-budong AKP Haeruddin, saat dikonfirmasi Selasa (2/1/2017) membenarkan hal tersebut. Menurutnya pembunuhan terjadi usai korban menolak untuk rujuk kembali dengan suaminya yang sudah lama pisah ranjang.

"Pelaku meminta untuk rujuk kembali karena sudah lama tidak serumah, tapi korban tidak mau akhirnya cekcok hingga terjadi pembunuhan," katanya.

Ia mengatakan, korban sempat dilarikan ke rumah sakit namun nyawanya tidak tertolong akibat menderita luka tikam pada bagian ketiak sebelah kiri, dua luka tikam pada bagian belakang sebelah kiri dan satu luka tikam pada bagian perut.(*)

Penulis: Nurhadi
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help