Krisis Air Bersih di Passi Tallu Selayar, Warga Terpaksa Konsumsi Air Hujan

Bukan hanya air bersih, di Passi tallu jaringan telepon nihil, ditambah lagi kurangnya tenaga guru dan tenaga kesehatan.

Krisis Air Bersih di Passi Tallu Selayar, Warga Terpaksa Konsumsi Air Hujan
nurwahidah/tribunselayar.com
Warga Desa Passi Tallu, Kecamatan TakaBonerate, Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel) sedang menimba air dari sumur, Selasa (2/1/2018). Desa Passi Tallu dilanda krisis air bersih sehingga warga setempat memanfaatkan air hujan untuk keperluan sehari-hari.

Laporan Wartawan TribunSelayar.com, Nurwahidah

TRIBUNSELAYAR.COM, TAKABONERATE - Krisis air bersih melanda Desa Passi Tallu, Kecamatan TakaBonerate, Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Warga setempat terpaksa memanfaatkan air hujan untuk keperluan sehari-hari, seperti memasak, mencuci pakaian, bahkan untuk minum.

Warga setempat, Asdar mengaku sudah sepuluh tahun bermukim di Desa Passi Tallu dengan memanfaatkan air hujan untuk keperluan mandi bahkan minum.

"Sulitnya mendapat air bersih membuat warga terpaksa harus memakai air hujan untuk keperluan tiap hari," ujar Asdar kepada TribunSelayar.com, Selasa (2/1/2018).

Baca: Bertahun-tahun Krisis Air Bersih, Begini Upaya Kepala Desa Appatanah Selayar

Baca: Jeneponto Krisis Air Bersih, Pengunjuk Rasa Orasi di Kantor Bupati Jeneponto

"Mandi dengan air asin dan tidak mansi sama saja, sama-sama gerah. Air asin itu bikin badan terasa panas," lanjutnya.

Jika hujan tak turun, kata Asdar, warga terpaksa membeli air dari kampung sebelah di Lambego atau ke Takabonerate.

Bukan hanya air bersih, di Passi tallu jaringan telepon nihil, ditambah lagi kurangnya tenaga guru dan tenaga kesehatan.

Menurutnya,upaya pemerintah untuk menyediakan air bersih di Passi Tallu sudah ada, yakni penyulingan. Sayangnya, itu tak berlangsung lama. Hanya bisa dinikmati warga beberapa bulan.

"Saya  berharap untuk pemerintah agar secara spesifik memperhatikan kehidupan masyarakat sangat terpencil yang mengalami krisis ini," harapnya.(*)

Penulis: Nurwahidah
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help