Home »

Maros

BLHD Anggarkan Rp 700 Juta untuk Pengangkut Sampah di Tiga Kecamatan

Warga di Kecamatan tersebut terpaksa membuang sampah di sembarang tempat, termasuk sungai.

BLHD Anggarkan Rp 700 Juta untuk Pengangkut Sampah di Tiga Kecamatan
ANSAR
Sampah berserakan di bantaran sungai dan pinggir jalan Lingkungan Buttatoa Selatan, Kelurahan Pettuadae, Kecamatan Turikale, Maros. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Dinas Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Maros akan mengucurkan anggaran 2018 sebesar Rp 700 untuk pengadaan pengangkut sampah di tiga Kecamatan.

Kepala Dinas BLHD Maros, Davied Syamsuddin mengatakan, Selasa (2/1/2018) kucuran anggaran tersebut dilakukan lantaran adanya sejumlah warga Mandai, Moncongloe dan Tompobulu yang mengeluh.

Warga di Kecamatan tersebut terpaksa membuang sampah di sembarang tempat, termasuk sungai. Hal tersebut membuat daerah perumahan kerap kebanjiran saat musim hujan.

Baca: Warga Keluhkan Tak Ada Tempat Sampah, Begini Tanggapan BLH Maros

"Kami telah menampung semua keluhan warga. BLHD segera menyiapkan tempat pembuangan sampah di lokasi atau pemukiman warga," katanya.

Anggaran sebesar Rp 700 juta untuk pengadaan truk dan motor khusus pengangkut dan bak sampah. BLHD akan pengadaan truk pengangkut satu unit dan motor sebanyak empat unit.

Khusus untuk motor pengangkut sampah, hanya diperuntukkan ke perumahan yang tidak dapat dijangkau oleh truk.

"Khusus motor, akan dioperasikan di lokasi yang sulit dijangkau, seperti daerah perumahan. Sementara truk, untuk jalan-jalan lebar," katanya.

BLHD berinsiatif melakukan pengadaan truk sampah setelah seorang warga Moncongloe, Hasanuddin mengeluhakan dengan banyaknya sampah yang berserakan di pinggir jalan poros Moncongloe Bulu-BTP Makassar.

Di sepanjang jalan poros, sejumlah sampah plastik yang dibuang oleh warga dari luar Moncongloe.

"Tumpukan sampah tersebut berada di ruas jalan yang tembus ke Daya maupun BTP Makassar," katanya.

Meski sampah menumpuk dan berbau busuk, namun tidak ada upaya dari pemerintah untuk menindaklanjutinya.

Warga Moncongloe, belum pernah merasakan dampak peraihan piala Adipura oleh Pemkab Maros. Pemkab dinilai cueki tumpukan sampah.

Penulis: Ansar
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help