TribunTimur/

IMM Sospol Unismuh Gelar Sekolah Kebangsaan di Pangkep

Jumlah peserta SKB sekolah kebangsaan sebanyak 34 orang yang merupkan mahasiswa baru Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

IMM Sospol Unismuh Gelar Sekolah Kebangsaan di Pangkep
HANDOVER
Pimpinan Komisariat (Pikom) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Ilmu Politik dan Sosial Unismuh Makassar menyelenggarakan Sekolah Kebangsaan (SKB) di Desa Bantimurung (Ere Tallassa) Kec. Tondong Tallasa Kabupaten Pangkajene Kepulauan, Senin (1/1/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Hasim Arfah

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR-Pimpinan Komisariat (Pikom) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Ilmu Politik dan Sosial Unismuh Makassar menyelenggarakan Sekolah Kebangsaan (SKB) di Desa Bantimurung (Ere Tallassa) Kec. Tondong Tallasa Kabupaten Pangkajene Kepulauan, Senin (1/1/2018).

Sebanyak 34 mahasiswa baru sospol ini mengangkat tema "Desain Kader Bangsa Melalui Tri Kompetensi Dasar Ikatan agar Terciptanya Kader IMM FISIP yang Berkarakter."

"Ini untuk membentuk kader yang militan, berjiwa kebangsaan serta unggul dalam wawasan kebangsaan," kata Ketua Umum IMM) Fakultas Ilmu Politik dan Sosial Unismuh Makassar, Arwan Rahman.

Selain itu, kader juga dapat memenuhi tri kompetensi dasar IMM yakni unggul dalam Spritual, Intelektual dan Humanitas.

Jumlah peserta SKB sekolah kebangsaan sebanyak 34 orang yang merupkan mahasiswa baru Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

"Jumlah ini disengaja tidak begitu banyak karan diharapkan semua materi dapat diserap dengan baik oleh peserta terutama masalah kebangsaan saat ini," katanya.

Adapun materi pokok yang diterima selama tiga hari diantaranya Kemahasiswaan, Kebangsaan dan ke-IMMan.

"Kami tidak hanya penerimaan materi dalam forum, peserta juga ikut terjun kemasyarakat melakukan survivor sebagai bentuk jalinan komunikasi dan adaptasi kepada masyarakat," katanya.

Sementara itu, menurut salah satu masyarakat,Deng Bella mengkapkan aspresiasi terhadap mahasiswa yang bekunjung ke desanya.

"Kegiatan mahasiswa ini dinilainya sebagai kegiatan yang cukup positip karna mereka para mahasiswa dari kota melihat kehidupan kami di desa. (*)

Penulis: Muh. Hasim Arfah
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help