TribunTimur/
Home »

Bisnis

» Mikro

BPJS TK Target 3 Juta Peserta Baru 2018, Rekrut 5 Ribu Agen Perisai

Pilot project Perisai telah dilaksanakan di 10 provinsi di Indonesia dan mendapatkan sambutan positif dari masyarakat.

BPJS TK Target 3 Juta Peserta Baru 2018, Rekrut 5 Ribu Agen Perisai
TRIBUN TIMUR/MUHAMMAD ABDIWAN
Karyawan BPJS Ketenagakerjaan Makassar dengan berpakaian adat melayani para pelanggan di kantor BPJS Ketenagakerjaan Makassar, Jl Urip Sumoharjo, Makassar, Rabu (6/9/2017). Dalam kesempatan ini, Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Makassar, Harmunanto turun langsung melayani para peserta.tribun timur/muhammad abdiwan 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Pada 2018 Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS TK) berencana merekrut secara bertahap 5 ribu agen Perisai untuk melakukan akuisisi 3 juta peserta baru.

Direktur Utama BPJS TK, Agus Susanto dalam rilisnya menuturkan Perisai tersebut akan direkrut dari berbagai kalangan atau komunitas seperti dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Kantor Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Serikat Pekerja, Serikat Buruh dan Asosiasi serta Komunitas lainnya.

BPJS TK mengembangkan sistem keagenan kepesertaan yang diadopsi dari Sharoushi dan Japan Collection System, yaitu Perisai.

Pilot project Perisai telah dilaksanakan di 10 provinsi di Indonesia dan mendapatkan sambutan positif dari masyarakat. Ke depannya, BPJS Ketenagakerjaan berencana menghadirkannya melalui sistem aplikasi digital smartphone.

"Aplikasi ini nantinya akan mengintegrasikan sistem BPJS TK dengan sistem bank, sehingga seluruh proses ditangani secara elektronis, straight through processing, single sign on, dan paperless," katanya.

BPJS TK tidak mengadopsi bulat-bulat sistem Sharoushi, namun disesuaikan dengan budaya Indonesia dan disempurnakan dengan memanfaatkan teknologi informasi berbasis digital.

"Aplikasi ini tidak hanya mempermudah sistem kerja Perisai dalam mengakuisisi peserta, namun juga memudahkan pemantauan secara real time oleh pihak BPJS Ketenagakerjaan terhadap akusisi yang dilakukan oleh Perisai," ujarnya.

Selain itu, aplikasi Perisai digunakan BPJS Ketenagakerjaan untuk meminimalisir risiko terjadinya fraud atau kecurangan.

Meski aplikasi Perisai baru November 2017 diberlakukan, namun tekah berhasil mengakuisisi 12 ribu peserta baru atau total yang direkrut telah mencapai 512 orang.

Sebagai bentuk apresiasi kinerja, Perisai akan mendapatkan insentif akuisisi sebesar Rp 500 ribu per bulan, dengan syarat harus melakukan akuisisi peserta baru minimal 50 peserta setiap bulannya.

"Selain itu, mereka juga akan mendapatkan insentif iuran sebesar 7,5% dari total jumlah iuran yang dikumpulkan setiap bulan," katanya. (*)

Penulis: Muhammad Fadly Ali
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help