Aliansi Rakyat Bersatu Desak Polres Enrekang Usut Dugaan Korupsi Pembangunan Asrama HPMM

Kasus tersebut juga belum pernah disentuh oleh penegak hukum sehingga harus ditangani dengan serius.

Aliansi Rakyat Bersatu Desak Polres Enrekang Usut Dugaan Korupsi Pembangunan Asrama HPMM
Muh.Asiz Albar/tribunenrekang.com
Koordinator Aliansi Rakyat Bersatu Anti Korupsi Enrekang, Armin Laduri saat mengunjungi Polres Enrekang. 

Laporan Wartawan TribunEnrekang.com Muh Azis Albar

TRIBUNENREKANG.COM, ENREKANG - Aliansi Rakyat Bersatu mendesak Polres Enrekang segera mengusut kasus dugaan korupsi pembangunan Asrama Borong HPMM.

Asrama mahasiswa Enrekang itu merupakan proyek Dinas Pekerjaan Umum Enrekang menggunakan anggaran 2011, 2012 dan 2013.

Total anggaran dalam proyek tersebut sekitar Rp 5 miliar.

Pembangunan asrama dianggap tidak sesuai bestek di RAB.

Baca: Aliansi Rakyat Bersatu Laporkan Proyek Asrama HPMM Borong ke Polres Enrekang

"Kami sudah laporkan sejak dua minggu lalu, tapi hingga kini Polres Enrekang belum juga tindaklanjuti," kata Koprdinator Aliansi Rakyat Bersatu Enrekang, Armin Laduri kepada TribunEnrekang.com, Senin (1/1/2018).K

Kasus tersebut juga belum pernah disentuh oleh penegak hukum sehingga harus ditangani dengan serius.

"Kami berharap pihak Polres membuktikan tajinya dalam penanganan kasus ini. Pak Kasat Reskrim harus Komitmen atas pernyataannya akan menindaklanjuti kasus ini secepatnya," ujar Armin.

Baca: HPMM Kembali Unjuk Rasa di Polda Sulsel, Tuntut Penuntasan Kasus Ini

"Jangan justru menghindar saat kita akan mengkonfirmasi pelaporan kami. Masa sampai sejauh ini Surat Perintah Sidik saja belum diterbitkan pihak Polres, ada apa ini," Armin menambahkan.

Jika dalam kurun waktu dua pekan  tak ada perkembangan dari pihak Polres Enrekang, HPMM akan berunjuk rasa di Mapolda Sulsel dan juga melaporkan kasus itu langsung ke Polda.(*)

Penulis: Muh. Asiz Albar
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help