DKP Mamuju Serahkan 14 Kapal Tangkap ke Nelayan

Sementara di Kelurahan Binanga, Desa Balabalakang dan Desa Pasa'bu, masing-masing menerima dua kapal.

DKP Mamuju Serahkan 14 Kapal Tangkap ke Nelayan
nurhadi/tribunsulbar.com
Bupati Mamuju, Habsi Wahid dan Kepala DKP Mamuju Lukman Sanusi saat memantau kapal tangkap nelayan di Jalan Ir. Juanda, Kelurahan Mamunyu, Kecamatan Mamuju, usai penyerahan secara simbolis, Jumat (29/12/2017) 

Laporan Wartawan TribunSulbar.com, Nurhadi

TRIBUNSULBAR.COM, MAMUJU - Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) Kabupaten Mamuju, salurkan bantuan 14 kapal tangkap nelayan, di Jl. Ir. Juanda, Lingkungan Tambi, Kelurahan Mamunyu, Kecamatan Mamuju, Mamuju, Jumat (29/12/2017) sore.

Sebanyak 14 kapal tersebut diserahkan kepada nelayan dari 11 Desa/Kelurahan. Diantaranya nelayan Kelurahan Simboro, Kelurahan Rangas, Kelurahan Sinyonyoi.

Desa Tampalang, Desa Sumare, Desa Lebani, Desa Bonda dan Desa Dungkait. Sementara di Kelurahan Binanga, Desa Balabalakang dan Desa Pasa'bu, masing-masing menerima dua kapal.

Kapal tangkap yang berbahan dasar fiber dengan panjangnya sepuluh meter serta lebar 1,8 meter, diserahkan langsung oleh Bupati Mamuju H. Habsi Wahid didampingi Kepala DKP H. Lukman Sanusi.

Kapal yang diserahkan tersebut, dilengkapi dengan alat tangkap pancing, pelampung dan mesin berdaya satu Gross Tonnage (GT) seharga Rp 57.405.000 yang dibeli dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2017.

Habsi Wahid menilai, produktivitas nelayan tidak maksimal selama masih menggunakan kapal tangkap tradisional. Selain jumlah ABK minim, kapal mereka pun mudah rusak saat menabrak karang dan banyak menguras biaya untuk perbaikan ketimbang penghasilan.

"Kapal yang kita serahkan ini bisa menampung lima ABK, kapalnya pun lebih tahan dan mudah dibersihkan. Olegnya kita berharap setelah menggunakan kapal ini, hasil tangkapan nelayan bisa lebih banyak dan meningkatkan penadapan nelayan," kata Habsi.

Mantan Sekertaris Daerah (Sekda) ini mengatakan, akan mengusulkan lebih banyak bantuan serupa, bagi nelayan yang belum terakomodir tahun ini melalui APBD 2018 mendatang.

"Nelayan yang belum mendapat, perlu bersabar karena pengusulan bantuan itu tentu membutuhkan waktu, mudah-mudahan 2018 mendatang, bantuan kapal ini bisa lebih banyak dari tahun ini," jelasnya.

Sementara Lukman Sanusi mengungkapkan, pemberian kapal yang memiliki teknologi GPS dan Sonar, baru kali pertama di Kabupaten Mamuju.

"Jadi nelayan bisa menentukan titik mata angin, kedalaman air dan tempat berkumpulnya ikan," pungkas Lukman.

Penulis: Nurhadi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved