Home »

Gowa

Sempat Dinonjobkan, 10 Kepala Sekolah di Gowa Akhirnya Kembali Menjabat

Dari jumlah tersebut, 10 diantaranya merupakan mantan kepala sekolah yang setahun lalu dinonjobkan karena melakukan pelanggaran.

Sempat Dinonjobkan, 10 Kepala Sekolah di Gowa Akhirnya Kembali Menjabat
WAODE NURMING/TRIBUN TIMUR
Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan melantik sebanyak 64 Kepala Sekolah Dasar dan Pengawas Sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan Pemerintah Kabupaten Gowa, Jumat (29/12/2017) 

Laporan Wartawan Timur Wa Ode Nurmin

TRIBUN-TIMUR.COM,SUNGGUMINASA- Sebanyak 64 orang Kepala Sekolah Dasar dan Pengawas Sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan Pemerintah Kabupaten Gowa dilantik langsung oleh Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan, kemarin.

Dari jumlah tersebut, 10 diantaranya merupakan mantan kepala sekolah yang setahun lalu dinonjobkan karena melakukan pelanggaran.

Kadis Pendidikan Gowa, Dr Salam yang dikonfirmasi terkait itu membenarkan.

 "Iya memang benar, 10 diantaranya adalah mantan kepsek yang pernah dinonjobkan setahun lalu. Karena kebijakan Pak Bupati mereka dihukum selama satu tahun dan sekarang diangkat kembali sebagai kepsek,” jelasnya.

Para kepsek ini dihukum non job selama satu tahun oleh Bupati Adnan Purichta disebabkan terbukti merekayasa nilai hasil ujian para muridnya. 

Ditanya soal adakah pakta integritas yang ditandatangani para kepsek sabagai janji dan komitmen untuk menjalankan tugas-tugasnya dengan penuh tanggung jawab, Dr Salam mengatakan tidak ada.

“Tidak ada ji semacam pakta integritas, karena kalau ada pelanggaran mendasar yang mereka lakukan, risiko beratnya sangat berat. Dan semoga kesalahan mereka di tahun lalu itu menjadi pembelajaran bagi mereka semua,” katanya lagi.

Salam juga mengatakan dengan pengukuhan para kepsek diluar pengawas dan pejabat lingkup Disdik, maka tidak ada lagi kepsek dengan status pelaksana tugas (Plt) sebab semua sudah didefinitifkan.

Adnan menegaskan Gowa yang dikenal dengan inovasi pendidikannya,  haruslah menjadi percontohan dari semua Kab/Kota yang ada di Sulsel. 

Termasuk tidak ada lagi pungutan dan persoalan merubah nilai.

"Tidak boleh lagi ada pungutan, dan tidak boleh lagi ada yang merubah nilai, kita mau membangun karakter anak kita yg lebih baik. Jika ada yang bermain-main dengan program ini, saya tidak segan-segan hari ini saya lantik, besokpun saya copot jika ada yang melakukan pelanggaran karena pendidikan telah menjadi primadona di  Gowa," katanya.

Penulis: Waode Nurmin
Editor: Ardy Muchlis
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help