TribunTimur/

Hilang Kemarin, Korban Tenggelam di Perairan Biringkassi Pangkep Belum Ditemukan

Dia menambahkan, kondisi perairan lumpur tebal di bagian bawah sehingga menyulitkan pencarian.

Hilang Kemarin, Korban Tenggelam di Perairan Biringkassi Pangkep Belum Ditemukan
munjiyah/tribunpangkep.com
Pencarian korban kapal tenggelam terus dilakukan di perairan Biringkassi, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep, Sulsel, Jumat (29/12/2017). 

TRIBUNPANGKEP.COM, BUNGORO - Pencarian korban kapal tenggelam terus dilakukan di perairan Biringkassi, Kecamatan Bungoro Kabupaten Pangkep, Sulsel, Jumat (29/12/2017).

Hingga Jumat sore ini korban kapal tenggelam, Ruslan (28) warga Kampung Padadae, Kelurahan Mappasaile, Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Pangkep, Sulsel belum juga ditemukan sejak kejadian, Kamis (28/12/2017) pukul 15.00 Wita kemarin hingga hari ini.

Tim Basarnas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Pangkep (BPBD), Satpolairut Polres Pangkep, Polsek Pangkajene bersama warga terus menyisir lokasi pencarian.

Kepala Bidang Kedaduratan dan Logistik BPBD Pangkep, Muhammad Nasrun Syam mengatakan saat ini tim masih melakukan pencarian sejak korban hilang, tadi pagi hingga saat ini dilanjut usai salat jumat.

"Penyisiran masih di sekitaran lokasi kejadian ini, kita belum perluas karena kemungkinan besar terjepit di bawah kapalnya," ujarnya.

Dia menambahkan, kondisi perairan lumpur tebal di bagian bawah sehingga menyulitkan pencarian.

"Arus dibawah juga kencang dan kita terus lakukan pencarian sampai korban ditemukan," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, kecelakaan laut terjadi di perairan Biringkassi, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep, Sulsel, Kamis (28/12/2017) sekitar pukul 15.00 Wita.

Korbannya dua orang asal Kampung Padadae, Kelurahan Mappasaile, Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Pangkep, Sulsel.

Korban pertama Sahrul (14) dan seorang pelajar selamat sedangkan korban kedua Ruslan (28) swasta hingga saat ini belum ditemukan.

Kedua korban awalnya mengantar empat orang ABK kapal Berau Coal 67 dengan menggunakan perahu jolloro, terus kemudian setelah sampai di perairan Biringkassi Ruslam menyuruh Sahrul naik ke kapal duluan bersama empat orang ABK.

Lalu Ruslan menuju ke kapal tongkang menggunakan perahu jolloro.

Setelah mendekati kapal tongkang  tiba-tiba kapal tongkang yang berada di belakangnya goyang karena angin kencang sehingga menghimpit perahu jolloro miliknya.

Akibat angin kencang tersebut perahunya hancur dan hingga saat ini korban belum ditemukan. 

Penulis: Munjiyah Dirga Ghazali
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help