Hadiri Diskusi Badko HMI Sulselbar, Menteri Pertanian Ajak Pemuda Ikut Kembangkan Sektor Pertanian

Badko HMI Sulselbar menggelar diskusi akhir tahun bertema Outlook Sulsel 2018, di Cafe Seaweed

Hadiri Diskusi Badko HMI Sulselbar, Menteri Pertanian Ajak Pemuda Ikut Kembangkan Sektor Pertanian - makassar_20171229_182134.jpg
MUH ABDIWAN/TRIBUN TIMUR
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjadi narasumber diskusi akhir tahun bertema Outlook Sulsel 2018, di Cafe Seaweed, Jl Anggrek VI, Panakukang, Jumat (29/12/2017).
Hadiri Diskusi Badko HMI Sulselbar, Menteri Pertanian Ajak Pemuda Ikut Kembangkan Sektor Pertanian - makassar_20171229_182205.jpg
MUH ABDIWAN/TRIBUN TIMUR
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjadi narasumber diskusi akhir tahun bertema Outlook Sulsel 2018, di Cafe Seaweed, Jl Anggrek VI, Panakukang, Jumat (29/12/2017).

Laporan Wartawan Tribun Timur, Fahrizal Syam

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Badko HMI Sulselbar menggelar diskusi akhir tahun bertema Outlook Sulsel 2018, di Cafe Seaweed, Jl Anggrek VI, Panakukang, Jumat (29/12/2017).

Diskusi akhir tahun ini menghadirkan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto sebagai pembicara.

Selain itu, turut jadi pembicara Ketua Kamar Dagang dan Industri Sulsel Zulkarnain Arief, dan Direktur Bakornas Lapenmi PB HMI Muh Nurcholist Syam.

Dalam diskusi itu, Amran memuji Sulsel yang mampu menjadi penopang pertumbuhan ekonomi di Indonesia, hingga menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi terbaik.

Ia menyebut, keberhasilan Sulsel itu tak lepas dari peranan sektor pertanian yang jumlahnya sekitar 70 persen.

"DI Sulsel terdapat sekitar 70 persen sektor pertanian. Seandainya provinsi lain sejajar Sulsel yang kekuatannya di sektor pertanian, maka Indonesia akan jadi negara terbaik. Coba lihat China dan Vietnam maju karena pertaniannya," kata Amran.

Amran mengatakan, pertanian tidak lagi identik dengan kemiskinan seperti yang tertanam di benak sebagian besar masyarakat Indonesia, justru kini beberapa konglomerat Indonesia lahir dari sektor pertanian.

"Banyak konglomerat yang ada di Indonesia dicetak dari sektor pertanian. Nah generasi muda sekarang kami coba dorong masuk di sektor pertanian," kata dia.

"Nah bagaimana caranya? Pemuda gak bakalan mau terjun ke sektor pertanian kalau cuma diajak, harus ditunjukkan apa yang menarik di sana. Apa yang bisa menarik minat mereka terjun ke pertanian," tambah Amran.

Ia menjelaskan, keuntungan dan dukungan teknologi bisa menjadi pemicu lahirnya petani-petani baru khususnya kalangan pemuda.

"Dulu petani identik miskin sehingga tak ada yang mau bertani, tapi di negara lain petaninya kaya. Indonesia juga bisa, caranya kita pakai teknologi. Sekarang kami gerakkan mekanisasi gratis di seluruh Indonsia, ada 300 ribu alsintan kita kirim, naik 2000 persen. Apa tujuannya salah satunya agar panen bisa lebih cepat, dan tidak banyak yang terbuang daripada menggunakan cara tradisional," pungkasnya.

"Ada 300 ribu pemuda dari seluruh Indonesia kami gerakkan hari ini, kami dorong pemuda di seluruh Indonesia yang awalnya hanya 10 ribu untuk kemajuan sektor pertanian," ucapnya. (*)

Penulis: Fahrizal Syam
Editor: Ardy Muchlis
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help