TribunTimur/

Ajukan Izin Pemanfaatan Limbah B3, Bosowa Semen Seminarkan Dokumen Adendum Andal dan RKL-RPL

Seminar penilaian ini dihadiri Tim Komisi Teknis Amdal DPLH Sulawesi Selatan

Ajukan Izin Pemanfaatan Limbah B3, Bosowa Semen Seminarkan Dokumen Adendum Andal dan RKL-RPL
handover
Suasana seminar penilaian dokumen Addendum Andal dan RKL-RPL PT Bosowa Semen di ruang Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup, Kantor Gubernur Sulsel, Kamis (28/12/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Saldy

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - PT Semen Bosowa Maros mengajukan dokumen Adendum Andal dan RKL-RPL terkait izin pemanfaatan dan pengolahan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) ke Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup (DPLH) Sulsel.

Dikutip dari rilis Humas Bosowa Semen, Kamis (28/12/2017), terkait pengajuan izin tersebut, pihak DPLH Sulsel mengadakan seminar penilaian dokumen Andal dan RKL-RPL Bosowa Semen di ruang seminar DPLH Kantor Gubernur Sulsel, Jl Urip Sumoharjo, Makassar.

Seminar penilaian dilaksanakan dua hari, pertama pada Rabu (27/12/2017) yang dihadiri Tim Komisi Teknis Amdal DPLH Sulawesi Selatan. Tim ini beranggotakan mayoritas akademisi yang ahli di bidang masing-masing dan tim Penilai dari DPLH Sulsel.

Tim teknis yang hadir di antaranya Prof Dr Ambo Tuwo (Kelautan -Perikanan, Unhas), Prof Dr Sumbangan Baja (Pertanian Unhas), Dr Sri (Biologi, Unhas), Dr Andi Aladin MT (Teknik Kimia, UMI), Dr Tamzil (UMI), Dr Agus Dina MT (DPLH), dan lainnya.

Kemudian seminar hari kedua dilakukan, Kamis (28/12/2017), yang dihadiri Tim Komisi Penilai DPLH Sulsel terdiri dari, tokoh masyarakat, dinas terkait, lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan perwakilan dinas di kabupaten Maros.

Kepala Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup Sulsel yang diwakili Kepala Bidang Amdal H Abdul Muis mengatakan jika dokumen yang dipresentasikan tersebut terkait izin penambahan jenis limbah B3 yang dijadikan bahan baku dan bahan bakar.

"Dokumen Adendum ini sebelumnya sudah dibahas dan dikritisi Tim Teknis DPLH Sulsel. Dan hari ini (Kamis, 28/12) kembali dibahas oleh tim penilai," kata Abdul Muis yang memimpin jalannya seminar.

Dari kedua seminar, dokumen pengajuan izin pemanfaatan limbah B3 milik Bosowa Semen tersebut, mendapat kritikan, saran, dan masukan agar dokumen diperbaiki sehingga dinilai layak.

Sementara itu, Head Division of Environment and Corporate Social Responsibility (CSR) PT Bosowa Semen Nur Alang mengatakan jika penyusunan dokumen lingkungan ini sebagai bukti ketaatan perusahaan terkait aturan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

"Sebagai perusahaan yang taat aturan dan memiliki Proper dari KLHK, dokumen ini kami susun dan pertanggung jawabkan di hadapan Tim Teknis dan Tim Penilai. Adapun saran, masukan, dan kritikan akan kami jadikan perbaikan dokumen ini lebih baik lagi," kata Nur Alang.

Manajemen PT Bosowa Semen memberikan kepercayaan untuk penyusunan dokumen Addendum Andal dan RKL-RPL tersebut kepada CV Wahana Mitra Lingkungan (Wamili) sebagai konsultan penyusun. (*)

Penulis: Saldy
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help