TribunTimur/

Panjat Jendela Kamar Gadis Tetangga, Remaja Jeneponto Ini Nyaris Diamuk Massa

Kejadian bermula saat korban PU sedang tertidur pulas di kamar rumahnya yang bersebelahan dengan rumah RI.

Panjat Jendela Kamar Gadis Tetangga, Remaja Jeneponto Ini Nyaris Diamuk Massa
Dok. Google
Ilustrasi korban pencabulan

TRIBUNJENEPONTO.COM, BINAMU - Seorang remaja berinisial RI (16), nyaris diamuk warga Desa Sapanang, Kecamatan Binamu, Jeneponto, Rabu (27/12/2017) dinihari.

RI yang duduk di bangku kelas tiga SMA di Jeneponto itu diketahui hendak bebuat mesum terhadap seorang gadis berinisal PU (14), yang baru duduk di bangku kelas tiga SMP yang juga merupakan tetangga rumahnya.

Kejadian bermula saat korban PU sedang tertidur pulas di kamar rumahnya yang bersebelahan dengan rumah RI.

RI memanjat jendela kamar PU dengan menggunakan kursi yang disusun di kolong rumah korban.

Pelaku RI pun berhasil menjangkau jendela kamar PU dan meraba perut korban.

"Disitu anak saya terbangu dan ke kamar saya kasih bangun saya katanya ada orang yang pegang perutnya, jadi saya ke kamarnya disitu pelaku sudah lari tapi saya belum tahu pelakunya," kata ayah PU, SY yang dikonfirmasi TribunJeneponto.com.

Melihat pelaku sudah kabur, sang ayah SY pun mencari tahu siapa pelaku yang mengganggu tidur putrinya.

"Saya turun'mi di rumah, saya lihat pintu rumah tetanggaku terbuka jadi tanya orang tuanya ini pelaku katanya adaji anaknya tidur di kamar, tapi setelah dicek tidak ada, padahal katanya semalam tidur di kamarnya," ujar SY.

Masuk waktu subuh keluarga SY dan warga setempat pun mulai geger dan melakukan main hakim sendiri dengan menyerbu rumah pelaku.

Namun tidak berselang lama, pelaku RI yang dicurigai akhirnya muncul ditengah kerumunan warga dan menyangkal tuduhan SY.

"Awalnya tidak dia (RI) akui alasannya dia tidur di ruamhnya neneknya, tapi setelah di tanya pak Babinsa akhirnya mengaku dan lansung dibawa ke Polsek Binamu," tuturnya.

Kapolsek Binamu AKP Abd Rahim yang dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian itu," Iya sementara di TKP ini," singkatnya.

Orang tua korban SY berharap agar polisi dapat menindak pelaku sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

Penulis: Muslimin Emba
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help