TribunTimur/

Miris! Beginilah Potret Perjuangan Warga Ulumanda Majene Bertemu Dokter

Tidak sedikit keluarga mereka yang harus digotong kembali ke rumah sebab meninggal dalam perjalanan menuju pusat pelayanan kesehatan.

Miris! Beginilah Potret Perjuangan Warga Ulumanda Majene Bertemu Dokter
Nuhadi/tribunsulbar.com
Untuk mendapatkan pelayanan kesehatan mana kala keluarga mereka sakit, warga Kecamatan Ulumanda harus bersusah payah menggotong atau menandu keluarga mereka menuju pusat pelayanan kesehatan. 

Laporan Wartawan TribunSulbar.com, Nurhadi

TRIBUNSULBAR.COM, MAMUJU - Perkembangan arus informasi dan modernisasi belum sepenuhnya dirasakan oleh kalangan masyarakat. Seperti yang dialami warga Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar).

Mereka terisolir nan jauh di atas pegunungan. Untuk mendapatkan pelayanan kesehatan mana kala keluarga mereka sakit, warga Kecamatan Ulumanda harus bersusah payah menggotong atau menandu keluarga mereka menuju pusat pelayanan kesehatan.

Bahkan, menurut pengakuan warga setempat, Hartono, tidak sedikit keluarga mereka yang harus digotong kembali ke rumah sebab meninggal dalam perjalanan menuju pusat pelayanan kesehatan. Itu karena faktor jarak dan akses jalan yang sangat memprihatinkan.

"Seperti inilah nasib kehidupan kami selama berpuluh-puluh tahun. Memilukan, kami harus gotong-royong melalui medan jalanan yang rusak demi mendapatkan pelayanan kesehatan," kata Hartono, Rabu (27/12/2017).

Baca: Kunjungi Daerah Terpencil, Samsat Lutim Dipuji Warga

Baca: Kemensos Beri Bantuan Alat Pendengar ke Guru SDN Terpencil di Sinjai

Hartono mencontohkan kejadian pada 20 Desember lalu. Seorang warga Dusun Lemo-Lemo, Desa Ulumanda kembali ditandu menuju pusat Kecamatan Ulumanda di Desa Kabiraan.

Tujuannya tidak lain untuk berobat atau mendapat pelayanan kesehatan yang baik. "Dia sakit dan harus ditandu ke Puskesmas di Kabiraan sejauh 15 kilometer," ujarnya.

Sekadar diketahui, akses menuju kecamatan yang memiliki empat desa ini memang sudah bertahun-tahun dikeluhkan warga. Selain karena kondisi yang berlumpur dan licin, medannya juga cukup menantang.

Halaman
12
Penulis: Nurhadi
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help