Ini Saingan Malino di Gowa, Puncak Tinambung Bissoloro Destinasi Baru untuk Foto Seru

Yang bosan dengan destinasi itu-itu saja, jangan khawatir. Pariwisata Kabupaten Gowa tidak sekadar elok dengan Malino,

Ini Saingan Malino di Gowa, Puncak Tinambung Bissoloro Destinasi Baru untuk Foto Seru
FADHLY
Puncak Tinambung Bissoloro menjadi destinasi baru di Gowa 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Libur telah tiba. Beban kerja, tugas akhir kuliah, ujian semester membuat pikiran penat. Saatnya membuang kepenatan dengan refreshing.

Yang bosan dengan destinasi itu-itu saja, jangan khawatir. Pariwisata Kabupaten Gowa tidak sekadar elok dengan Malino, Puncak Tinabung mungkin jadi destinasi unggulan tandingan.

Destinasi camping ini terletak di Kelurahan Bissoloro, Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Lokasinya berjarak sekitar 25 kilometer (km) dari Sungguminasa, Gowa atau 30 km dari Kota Makassar.

Puncak Tinambung Bissoloro di Kabupaten Gowa
Puncak Tinambung Bissoloro di Kabupaten Gowa (FADHLY)

Kendaraan roda dua, tiga, empat, hingga 10 bisa diakses. Namun, harus berhati-hati, jalan aspal sesekali licin kala hujan turun.

Pemandangan alam indah nan eksotik, hawa sejuk dari pepohonan pinus rindang, dengan hamparan ladang jagung hijau segar. Maklum Puncak Tinambung Bissoloro ini berada di ketinggian sekitar 1.500 Meter di atas permukaan laut (mdpl).

Puncak Tinambung Bissoloro di Kabupaten Gowa
Puncak Tinambung Bissoloro di Kabupaten Gowa (FADHLY)

Sang pengelola, Abdul Halim Dg Tiro sempat disebut gila oleh sebagian tetangga dan petani jagung di desanya.

"Kenapa saya dikatai gila, karena di tengah musim tanam, bukannya saya tanam jagung seperti tahun sebelumnya, malah buat rumah panggung dan podok di puncak," katanya yang ditemui belum lama ini.

Deng Tiro begitu ia disapa coba menangkap peluang. Tanahnya kurang lebih sehektare pada April 2017 lalu disulapnya jadi objek pariwisata.

Masa tanam di Bissoloro pun ia habiskan membangun 20 toilet, 1 rumah panggung, 13 pondok bambu, 8 tenda venil, 50 alas bambu untuk camping, hingga puluhan tempat duduk dari pohon.

Puncak Tinambung Bissoloro di Kabupaten Gowa
Puncak Tinambung Bissoloro di Kabupaten Gowa (FADHLY)

"Tidak elok menyebut modal. Air 70 kubik, listrik 1.300 watt, kantin, dan spot foto sudah selesai. Alhamdulillah November sudah resmi beroprasi," katanya.

Terkait jumlah pengunjung, Senin-Jumat rata-rata hingga 50 orang per hari, Sabtu-Minggu bisa ratusan orang per hari," katanya.

Uang masuk bisa nego. "Kebetulan kita sedang promosi. Berapa uang yang dimiliki bisa di atur. Namun rata-rata, Rp 20 ribu per orang selama 2 malam. Bebas memakai semua fasilitas," katanya.

Puncak Tinambung Bissoloro di Kabupaten Gowa
Puncak Tinambung Bissoloro di Kabupaten Gowa (FADHLY)

Keamanan terjamin, beberapa spot wisata sebulan sekali diubah dan di tambah. "Alhamdulillah Pemda Gowa sangat membantu, begitu juga kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang selalu mendorong pengembangan objek wisata," katanya.

Saat ini ia sudah miliki empat pekerja tetap. "Semua keluarga, suami-istri. Kalau banyak tamu, ada beberapa kenalan yang bisa membantu," katanya.(*)

Penulis: Muhammad Fadly Ali
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help