TribunTimur/

Tukang Bentor Pukul Kepala Desa Tabo-tabo Pangkep, Ternyata Gegara Sapi

Kepala desa membantah kalau sapi yang berada di kandangnya adalah sapi milik saudara tersangka.

Tukang Bentor Pukul Kepala Desa Tabo-tabo Pangkep, Ternyata Gegara Sapi
munjiyah dirga/tribunpangkep.com
Kepala Desa Tabo-tabo, Umar Zain saat dirawat tim medis di Puskesmas, Minggu (24/12/2017). 

Laporan Wartawan TribunPangkep.com, Munjiyah Dirga Ghazali

TRIBUNPANGKEP.COM, BUNGORO - Motif pemukulan Kepala Desa Tabo-tabo, Umar Zain di Kampung Salometie, Desa Tabo-tabo, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel), Minggu (24/12/2017) sekitar pukul 09.30 Wita hanya karena sakit hati.

Kapolres Pangkep, AKBP Bambang Wijanarko mengatakan motif sementara karena persoalan sapi yang menyebabkan pelaku Suardi memukul Umar Zain.

"Sementara motifnya sakit hati. Berawal dari peristiwa hilangnya seekor sapi milik Naim (saudara tersangka) sekitar setahun yang lalu. Ternyata setelah beberapa bulan menurut Naim sapi tersebut berada di kandang sapi milik pak desa," ujar Bambang dikonfirmasi TribunPangkep.com.

Hanya saja, lanjutnya, kepala desa membantah kalau sapi yang berada di kandangnya adalah sapi milik saudara tersangka.

Baca: Tukang Bentor Pukul Kades Tabo-tabo, Begini Cerita Kapolres Pangkep

Baca: Begini Tanggapan Ketua Umum Badko HMI Sulselbar Terkait Kasus Pemukulan di UIM

"Disitulah awalnya terjadi cekcok dan pak desa juga tidak terima kalau sapi yang dikatakan itu bukan sapi miliknya. Lalu Naim menceritakan hal tersebut kepada saudaranya dan Suardipun memukul Umar," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, tukang bentor memukul Kepala Desa Tabo-tabo, Umar Zain di Kampung Salometie Desa Tabo-tabo Kecamatan Bungoro Kabupaten Pangkep, Sulsel, Minggu (24/12/2017) sekitar pukul 09.30 Wita.

Umar Zain dipukul dari arah belakang dengan menggunakan balok kayu satu kali pada bagian leher belakang sehingga leher korban berdarah dan pingsan.

Korban akhirnya melaporkan pelaku ke Polsek Bungoro atas kejadian yang menimpanya itu.(*)

Penulis: Munjiyah Dirga Ghazali
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help