Bocah Asal Pulau Balang Caddi Pangkep Ini Kena Anemia Aplastik, Butuh Donor Darah AB

Saat ini dia membutuhkan delapan kantong trombosit dan minimal empat kantong darah merah golongan AB.

Bocah Asal Pulau Balang Caddi Pangkep Ini Kena Anemia Aplastik, Butuh Donor Darah AB
munjiyah dirga/tribunpangkep.com
Bocah asal Pulau Balang Caddi Pangkep, Ramdan AR (15) menderita penyakit Anemia Aplastik dan sekarang berada di RSUD Pangkep, Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Pangkep, Sulsel, Minggu (24/12/2017).

Laporan Wartawan TribunPangkep.com, Munjiyah Dirga Ghazali

TRIBUNPANGKEP.COM, LIUKANG TUPABBIRING - Bocah asal Pulau Balang Caddi, Kelurahan Mattiro Bintang, Kecamatan Liukang Tupabbiring Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel) butuh banyak darah.

Ramdan AR (15) menderita penyakit Anemia Aplastik dan sekarang berada di RSUD Pangkep, Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Pangkep.

Ramdan hanya bisa terbaring lemah. Saat ini dia membutuhkan delapan kantong trombosit dan minimal empat kantong darah merah golongan AB.

Baca: Orang dengan Golongan Darah AB Beresiko Pikun

Baca: Waspada, Anemia Pengaruhi Fungsi Kogniti Anak

Warga Pulau Balang Caddi, Aswad Ham mengatakan kondisi pasien saat ini sangat membutuhkan darah agar pasien bisa secepatnya dipulihkan.

"Iya kasihan, pasien butuh darah terus di RSUD Pangkep di bank darahnya tidak ada jadi mau dirujuk ke RS Wisata Makassar," ungkapnya saat dikonfirmasi TribunPangkep.com, Minggu (24/12/2017).

Sementara itu, Kepala Bidang Rekam Medik Pengawasan dan Pengendalian RSUD Pangkep, H Mansur membenarkan pasien menderita Anemia Aplastik dan saat ini sangat membutuhkan darah.

"Iya pasien itu memang butuh darah, namun stok darah golongan darah AB di bank darah RSUD Pangkep habis, sementara yang dibutuhkan darah trombosit yang hanya ada di Makassar," tuturnya.

Solusinya, lanjutnya, pasien akan dirujuk ke RS Wisata Makassar. "Sudah siap diterima di RS Wisata Makassar. Mudah-mudahan cukup tersedia karena memang darahnya susah untuk AB," jelasnya.(*)

Penulis: Munjiyah Dirga Ghazali
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help