Baznas Pusat Lirik Bisnis Dangke, Ini Kata Bupati Enrekang

Mereka akan memberikan pelatihan, peralatan, legalisasi halal, BPOM, Rumah kemasaran dan lain-lain untuk pemgembangan dangke.

Baznas Pusat Lirik Bisnis Dangke, Ini Kata Bupati Enrekang
Muh.Asiz Albar/tribunenrekang.com
Bupati Enrekang, Muslimin Bando bersama tim Baznas pusat saat berkunjung ke Kecamatan Cendana, daerah penghasil Dangke. 

Laporan Wartawan TribunEnrekang.com Muh Azis Albar

TRIBUNENREKANG.COM, ENREKANG - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Pusat tertarik untuk mengembangkan makanan khas Enrekang, yakni dangke dan keripik dangke.

Mereka akan memberikan pelatihan, peralatan, legalisasi halal, BPOM, Rumah kemasaran dan lain-lain untuk pengembangan dangke.

Bupati Enrekang Muslimin Bando menyambut baik hal itu.

Ia menggaransi Pemerintah Daerah Enrekang siap bekerja sama dengan Baznas pusat.

Baca: Enrekang Produksi 2 Juta Liter Susu Sapi Tiap Tahun Hanya untuk Ini

"Saya akan berikan fasilitas yang dibutuhkan kelompok usaha dangke ini. Segera bentuk dan legalisasi kelompoknya, karena itu syarat menerima bantuan pemerintah," kata Muslimin Bando kepada TribunEnrekang.com, Senin (25/12/2017).

Ia menjelaskan, susu paling mahal di Indonesia ada di Enrekang oleh karena hasil olahan susu sapi bisa menghasilkan banyak varian, termasuk dangke.

Dangke tergolong makanan sehat yang sangat bergizi dan dijajakan dengan harga Rp 12-15 ribu per buah.

Baca: Desa Cendana Enrekang Jadi Pilot Project Program ZCD Baznas, Ini Tujuannya

Olehnya itu, pengembangan Dangke dianggap dapat meningkatkan potensi daerah dan penghasilan para penggiat makanan khas daerah.

"Jadi semoga usaha dangke bisa dikembangkan dan menembus pasar dunia," ujar Muslimin.(*)

Penulis: Muh. Asiz Albar
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved