250 Mahasiswa UIM Belajar Keaswajaan Melalui Pesantren Arbain

Wakil Rektor II Saripuddin Muddin membuka secara resmi program Pesantren "Arbain", Jumat (22/12/2017) siang.

250 Mahasiswa UIM Belajar Keaswajaan Melalui Pesantren Arbain
HANDOVER
Wakil Rektor II Saripuddin Muddin membuka secara resmi program Pesantren "Arbain", Jumat (22/12/2017) siang. 

Laporan Wartawan Tribun Timur Munawwarah Ahmad

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Sebanyak 250 mahasiswa Universitas Islam Makassar (UIM), mengikuti pesantren Arbain. Pesantren tersebut, wajib bagi setiap mahasiswa UIM dan untuk angkatan I 2017 ini, akan dilaksanakan di masjid Ash Shahabah, Jumat-Sabtu (22-30/12/2017).

Wakil Rektor II Saripuddin Muddin membuka secara resmi program Pesantren "Arbain", Jumat (22/12/2017) siang.

"Program Pesantren Arbain ini merupakan kegiatan wajib diikuti oleh seluruh Mahasiswa Baru UIM sebagai wujud dari implementasi UIM sebagai kampus Qur'ani,"kata Saripuddin.

Sementara Direktur Pengelola Pesantren Mahasiswa "Arbain" Maskur Yusuf menerangkan bahwa konsep Arbain merupakan salah satu teroboson baru, dimana Arbain ini bermakna proses penciptaan manusia dalam rahim Ibu berupa Nutfah 40 hari, Alaqah 40 hari, dan Mudhgah 40 hari kemudian ditiupkan ruh.

"Nabi Muhammad Saw diangkatkan sebagai Rasul pada usia 40 tahun dan Nabi mensunnahkan Shalat Arbain di Madinah, namun Pesantren Arbain ini dilaksanakan selama 40 waktu Shalat," kata Maskur melalui humas UIM Andi Jumat malam.

Selama mengikuti pesantren, para mahasiswa akan mendapatkan materi Aswaja yang meliputi Aqidah, Fiqh, dan Tasawuf, juga ditambah keterampilah penguasaan bahasa asing (Arab dan Inggris).

Diharapkan agar mahasiswa mampu meningkatkan mutu luarannya khususnya pada ilmu Al Quran dan karakter Ahlusunnah wal jamaah Annahdliah.

Tampak hadir ketua lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Musdalifah Mahmud, Dekan Fakultas Agama Islam Ruslan, Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Andi Rivai Pakki, Pimpinan Fakultas-Pascasarjana, Para Kabag, dan 40 orang pendamping masing dosen, karyawan dan mahasiswa.(*)

Penulis: Munawwarah Ahmad
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help