BPPIKHL Sulawesi dan Pemkab Bulukumba Kampanye Program Kampung Iklim di Salassae

Program tersebut karena minimnya masyarakat yang memahami dampak perubahan iklim.

BPPIKHL Sulawesi dan Pemkab Bulukumba Kampanye Program Kampung Iklim di Salassae
HANDOVER
Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Sulawesi (BPPIKHL Wilayah Sulawesi) melaksanakan Kampanye Program Kampung Iklim (Proklim) di Desa Salassae kabupaten Bulukumba, Selasa (19/12/2017). 

TRIBUN-TIMUR.COM, BULUKUMBA-Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Sulawesi (BPPIKHL Wilayah Sulawesi) melaksanakan Kampanye Program Kampung Iklim (Proklim)  di Desa Salassae Kabupaten Bulukumba, Selasa (19/12/2017).

Kegiatan yang turut menggandeng Pemerintah Kabupaten Bulukumba tersebut dirangkaikan dengan kegiatan penananaman melalui Gerakan Tanam dan Pelihara 25 Pohon Selama Hidup.

Penanaman melalui Gerakan Tanam dan Pelihara 25 Pohon Selama Hidup oleh seluruh peserta kampanye.
Penanaman melalui Gerakan Tanam dan Pelihara 25 Pohon Selama Hidup oleh seluruh peserta kampanye. (HANDOVER)

Kampanye ini dihadiri oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Bulukumba, Unit Pelaksana Teknis Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Propinsi Sulawesi Selatan, Komunitas KSPS Salassae.

Asisten II Bidang Ekonomi Pembangungan dan Kesejahteraan Rakyat, Djunaedi Abdillah SE MSi menilai digagasnya program tersebut karena minimnya masyarakat yang memahami dampak perubahan iklim.

Asisten II Bidang Ekonomi Pembangungan dan Kesejahteraan Rakyat, Djunaedi Abdillah SE MSi
Asisten II Bidang Ekonomi Pembangungan dan Kesejahteraan Rakyat, Djunaedi Abdillah SE MSi (HANDOVER)

Padahal, menurutnya, perubahan iklim disebabkan oleh ulah manusia sendiri. Ia pun menggambarkan salah satu contoh nyata dari perubahan iklim, yakni naiknya suhu di wilayah Asia berkisar antara 0,4 hingga 1 derajat celcius yang diyakini sebagai akumulasi dari emisi efek rumah kaca.

Akibat hal tersebut  tentu memberikan efek yang berdampak langsung terhadap setiap lapisan kehidupan masyarakat. Oleh karena itu diperlukan kegiatan mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim.

Djunaedi menambahkan, perhatian atas perubahan iklim tersebut juga ditunjukkan Pemkab Bulukumba melalui Surat Keputusan Bupati No.3 Tahun 2017 tentang Proklim di Kabupaten Bulukumba 

"Surat Keputusan ini berisi pembinaan dan pendampingan kegiatan Proklim agar masyarakat bertisipasi aktif dalam kegiatan adaptasi dan mitigasi untuk mengurangi emisi GRK, salah satunya contohnya berupa kegiatan penanaman 1000 pohon yang telah disebar ditiap tiap kecamatan di Bulukumba,"jelasnya.

Selain itu untuk memberikan informasi terhadap seluruh stakeholder dan masyarakat dan melaksanakan aksi nyata berupa kegiatan adaptasi dan mitigasi.

Sementara itu, Kepala Balai BPPIKHL Wilayah Sulawesi, Ir Dadang Suhendar MM menilai Program kampung iklim bisa efektif apabila seringnya sosialisasi dan dilakukan pendampingan kepada kelompok-kelompok masyarakat.

"Diharapkan masyarakat dapat melakukan aksi nyata di lapangan, sejalan dengan tujuan pemerintah mencanangkan Proklim sebagai program nasional yang menjadikan masyarakat sebagai motor utama kegiatan ini,"katanya.(*)

Penulis: Firki Arisandi
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help