Energi Kita Energi Pertamina

Moh Rusman Madjulekka - Tak Ada Rotan, Elpiji pun Jadi Energi Menginspirasi

Ekstra droping gas elpiji mengikuti trend konsumsi masyarakat yang banyak menggelar hajatan pasca Lebaran Haji yang dipercaya sebagai “hari baik”

Moh Rusman Madjulekka - Tak Ada Rotan, Elpiji pun Jadi  Energi Menginspirasi
TRIBUNNEWS.COM
Ilustrasi 

TRIBUN-TIMUR.COM - Ini adalah artikel nominasi lomba penulisan yang diselenggarakan PT Pertamina (Persero) MOR VII Sulawesi kerjasama dengan Tribun Timur.

Penulis: Moh Rusman Madjulekka

Ditengah masyarakat dikenal adanya “hari baik”. Pilihan waktu menggelar hajatan. Bagi sebagian warga Makassar misalnya, “hari baik” itu setelah Hari Raya Idul Adha. Maraknya hajatan mengerek konsumsi gas elpiji 3 kg.

Akibatnya, PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) VII Sulawesi pun menambah pasokan “elpiji melon” itu 10 % per hari. Dari normal pasokan 53.000 tabung/hari, ditambah menjadi 57.000 tabung/hari.Bahkan, volume juga naik dari171  metrik ton (MT) menjadi 188 MT per hari.

“Banyak hajatan pernikahan maka kita tambah. Pasokan terus dimonitor sampai dirasakan ketersediaan masyarakat cukup dan kebutuhan kembali normal,” ujar Area Manager Communication & Relation Pertamina MOR VII Sulawesi, HermansyahY.Nasroen, ketika itu.

Seakan menjadi siklus tahunan. Ekstra droping gas elpiji mengikuti trend konsumsi masyarakat yang banyak menggelar hajatan pasca Lebaran Haji yang dipercaya sebagai “hari baik”. Sebut saja pesta pernikahan, pesta akikah, syukuran, hingga pesta skala kecil seperti arisan dan lainnya."Jadi masyarakat tidak usah resah dan kuatir kehabisan.Dan tidak perlu termakan isu kelangkaan stok elpiji. Karena itu tidak benar," kata lelaki yang akhir November 2017 pindah tugas ke Pertamina MOR II Sumatera Selatan.Ia digantikan M.Roby Hervindo.

Selain stok gas elpiji 3 kg, Pertamina juga diketahui meningkatkan stok elpiji 12 kg, Bright Gas 12 kg dan 5,5 kg sebanyak 200%. BUMN itu menaikkan stok elpiji non subsidi sebanyak-banyaknya agar masyarakat punya pilihan, selain menggunakan elpiji subsidi 3 kg.

***

Rupanya bukan “hari baik” saja yang memicu peningkatan konsumsi gas elpiji. Tapi “nasib baik” juga. Hal itu dialami para petani di kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) Sulawesi Selatan. Berkat elpiji, mereka terinspirasi melakukan inovasi. Tak hanya untuk kebutuhan rumah tangga, namun juga untuk lahan pertanian.

Salah seorang petani, Alwi (39) di kelurahan Kadidi, kecamatan Pancarijang, Sidrap misalnya, mengaku penggunaan gas elpiji dilakukan petani “tadah hujan” sejak kurang lebih dua tahun.Uji coba penggunaan elpiji ini awalnya hanya dilakukan beberapa petani. “Namun karena sukses, maka petani lainnya ikut beralih menggunakan gas elpji untuk menyedot air sumur bor,” ceritanya. Apalagi caranya praktis. Hanya membutuhkan satu selang kecil yang dihubungkan dari lubangan tabung gas elpiji dengan kotak generator penggerak letupan mesin diesel.

Halaman
12
Editor: Rasni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved