In Memoriam AM Fatwa

Kisah Iqbal Parewangi ‘Masuk Angin’ dan AM Fatwa 'Kena Badai' dalam Rapat BK DPD RI

Menurut Iqbal Parewangi, Fatwa-lah yang memfatwakan penggunaan sebutan Senator itu atas usul darinya.

Kisah Iqbal Parewangi ‘Masuk Angin’ dan AM Fatwa 'Kena Badai' dalam Rapat BK DPD RI
dok.tribun
AM Iqbal Parewangi berbincang dengan Ebubekir, anggota parlemen nasional Turki yang memimpin Komite Kemanusiaan Turkey untuk Rohingya, disaksikan Wakil Ketua Komite Perencanaan Anggaran Parlemen Turkey, seusai pertemua di ruang Parlemen Turkey, Kamis (14/12/2017) siang. Di sela perbincangan inilah, Iqbal menerima kabar duka atas berpulangnya ke rahmatullah Ketua BK DPD RI AM Fatwa 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Senator RI asal Sulsel, AM Iqbal Parewangi, tak kuasa meredam gunda karena tak sempat lagi melihat yang terakhir kalinya guru dan kolega terbaiknya di DPD RI, AM Fatwa.

Hingga Fatwa dimakamkan, Iqbal masih menunaikan tugas negara di Turki. Iqbal berada di Turki sejak Selasa (12/12/2017). Duka Iqbal disampaikan ke Tribun-Timur.com melalui WhatsApp, Kamis (14/12/2017) malam.

Selama di DPD, Iqbal mengaku sering berseberangan dengan Fatwa. Meski demikian, Iqbal tetap menganggap Fatwa sebagai orangtua, guru, dan panutan.

Ketika diminta kenangan terindahnya dengan Fatwa, Iqbal menjawab, “Cukup banyak!”

Salah satu yang manis itu, terkait sebutan Senator RI. Menurut Iqbal, Fatwa-lah yang memfatwakan penggunaan sebutan Senator itu atas usul darinya.

“Ketika itu beliau Ketua BK (Badan Kehormayan) dan saya Ketua BKSP (Badan Kerja Sama Parlemen). Sesuai hasil kajian konstitusional dan internasional kami di BKSP, sebutan Senator RI tepat untuk Anggota DPD RI. Saya sampaikan itu di Sidang Paripurna, dan beliau selaku Ketua BK nyatakan sebutan itu tepat diberlakukan,” jelas Iqbal.

Kenangan lain Iqbal terkait revisi Tata Tertib DPD RI. Karena tarik-menarik kepentingan begitu kuat, pembahasan akhir dilakukan di BK. Hari itu dibahaslah di rapat BK, tapi tetap saja alot.

“Termasuk ada yang mau sisipkan pasal tambahan, saya katakan itu di luar kewenangan BK. Ada yang usulkan penyelesaian secara politis, saya tekankan pentingnya berpegang pada prinsip rasionalitas politik berbasis hukum. Meski mungkin lelah, tapi stamina beliau luar biasa,” kenang Iqbal.

Rapat BK berlangsung hingga larut malam, dan Fatwa tetap stabil memimpin dan mengatur perdebatan dengan santai.

“Lama baru beliau serahkan pimpinan sidang kepada Wakil Ketua BK. Sampai larut malam, rapat ditutup dengan keputusan tidak ada penambahan pasal,” ujar Iqbal.

Yang paling tidak bisa dilupakan Iqbal dalam rapat BK itu, pertemuannya di pagi hari. Dalam pertemuan pagi inilah terungkap “masuk angin” dan “kena badai”.

“Saya tidak bisa lupa, esok paginya, beliau cegat saya di dekat pintu masuk ruang makan. Dengan tenang beliau tanya saya, ‘Iqbal tidak masuk angin, kan?’ Paham maksud beliau, saya jawab singkat, ‘Kalau saya kemasukan angin, Bapak sudah kena badai.’ Beliau manggut-manggut, lalu kami berjabat-tangan dengan erat,” kenang Iqbal.(*)

SEPERTI PERJUANGAN AM FATWA DARI PENJARA ORDE BARU KE DPR DAN DPR RI HINGGA DIMAKAMKAN DI KALIBATA?

Baca selengkapnya di Tribun Timur cetak edisi Jumat (15/12/2017)

Penulis: AS Kambie
Editor: AS Kambie
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help