Kapendam Hasanuddin: Silahkan Demo, Jangan Ambil Haknya Orang Dong!

Dalam kejadian tersebut, anggota TNI membubarkan paksa dan mengejar demonstran karena diduga membawa senjata tajam dan molotov.

Kapendam Hasanuddin: Silahkan Demo, Jangan Ambil Haknya Orang Dong!
HANDOVER
Belasan prajurit TNI menyerbu masuk ke dalam kampus Universitas Hasanuddin (Unhas), Jumat (15/12/2017) sore. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Fahrizal Syam

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kapendam XIV Hasanuddin Kolonel Inf Alamsyah angkat bicara terkait insiden yang melibatkan anggota TNI dari satuan Yonif Rider 700 dengan sekelompok mahasiswa di Jl Perintis Kemerdekaan, depan pintu gerbang Unhas, Jumat (15/12/2017) sore.

Dalam kejadian tersebut, anggota TNI membubarkan paksa dan mengejar demonstran karena diduga membawa senjata tajam dan molotov.

Terlepas dari adanya oknum yang membawa senjata tajam, Alamsyah mengatakan tidak sepantasnya para demonstran berunjuk rasa sambil menghambat arus lalu lintas.

Baca: TNI vs Demonstran di Pintu 1 Unhas, Ini Penjalasan Kapendam XIV Hasanuddin

Menurutnya, demonstrasi boleh saja karena memang hak setiap orang, namun unjuk rasa dengan mengambil hak orang lain adalah kekeliruan.

"Saya himbau atas nama Kapendam, mahasiswa memang punya hak partisipasi politik, demo adalah bentuk partisipasi itu, persoalannya sekarang ketika melakukan partisipasi politik jangan mengambil hak orang dong," kata Alamsyah saat dikonfirmasi.

Baca: Soal Kamera Fotografer PK Identitas Unhas Disita TNI, Kapendam: Kami akan Selidiki Dulu

Menurutnya, penutupan akses jalan yang dilakukan demonstran telah merwnggut hak pengguna jalan, termasuk TNI yang akan melintas.

"Di jalan itu kita semua sama-sama mau mahasiswa, mau TNI, atau siapapun semua punya hak sama, beri dong haknya orang lain, karena jalan bukan punya mahasiswa. Apalagi waktu itu banyak masyarakat tak senang tapi tidak bisa berbuat apa-apa karena takut, nanti ada TNI mereka justru apresiasi tindakan kita,"jelasnya.

Baca: BREAKING NEWS: Prajurit TNI Serbu Kampus Unhas, Tangkap Mahasiswa

"Kita semua stratanya sama, siapapun itu. Hak atas penggunaan jalan tetap sama, masa mau ditutup. Terus kita minta dibuka malah dilempari," ucapnya.

Menurut Alamsyah, ada kekeliruan dalam pola pikir sebagian besar mahasiswa yang berunjuk rasa, yang menganggap merwka bebas melakukan apa saja.

"Jadi lucu juga demonstran, mereka selalu menganggap dirinya paling benar, wah tidak boleh begitu. Ketika tadi mereka demo, bukan hanya TNI yang dongkol, hampir semua masyarakat resah. Ingat, jalan itu ada hak orang lain juga, kecuali kalau demo di dalam kampus terserah mereka mau berbuat apa," tegasnya. (*)

Penulis: Fahrizal Syam
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help