Maulid Tradisional Suku Sasak, Jamaah Bebas Merokok dalam Masjid, Dua Master Al Azhar Ceramah

Warga mengikuti Maulid itu dari rumah di sekitar masjid. Mereka duduk beralas tikar daun pandan, ada yang duduk melantai beralas kotoran sapi kering.

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Inilah keunikan peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di pemukiman tradisional Suku Sasak di Dusun Ende, Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Tribun-Timur.com berkesempatan menyaksikan Maulid itu bersama 132 peserta Family Gathering Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia (FTI UMI), Minggu (10/12/2017) siang.

Baca: 132 Sivitas Akademika FTI UMI Diberangkatkan ke Lombok

Masjid beratap ayaman ilalang tanpa dinding menjadi pusat peringatan Maulid itu. Dalam masjid seukuran sekitar 8x8 meter itu duduk bersila tetua kampung. Mereka duduk melingkar di sisi luar ruangan utama masjid.

Tak ada telur berhias dan ember. Ruangan utama masjid hanya digantungi pita kertas warna-warni, laiknya perayaan ulang tahun.

Yang duduk dalam masjid itu rerata mengenakan sarung dan peci hitam dan songkok warna putih. Ada juga yang mengalungkan sorban di pundak. Semuanya pria.

Saat mengikuti rangkaian acara, beberapa pria dalam masjid itu asyik merokok. Bahkan hampir semuanya merokok.

Warga lain mengikuti peringatan Maulid itu dari rumah masing-masing di sekitar masjid. Mereka duduk di teras rumah menghadap masjid, ada yang beralas tikar daun pandan, ada yang duduk melantai beralas kotoran sapi kering.

Lantai rumah tradisional Suku Sasak menggunakan campuran kotoran sapi dan tanah liat. Tahi sapi difungsukan menambah daya rekatnya dan menyerap debu. Kotoran sapi kering ini juga menjadi obat antinyamuk alami .

Di depan warga yang duduk di teras rumah masing-masing itu terhidang aneka makan khas dan songkolo. Para warga yang duduk di teras rumah masing-masing itu tepekur, nyaris tak saling bicara. Pandangan mata mereka tertuju ke masjid. Suara dari masjid “dipancarkan” melalui sebuah “wireles” pengeras suara yang disandarkan di pinggir lantai masjid.

Halaman
123
Penulis: AS Kambie
Editor: AS Kambie
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help