VIDEO ON DEMAND

VIDEO: Suasana Mediasi Kuburan Akan Dijadikan Jalur Kereta Api di Barru

Dalam mediasi tersebut, PMII cabang Barru mengkritisi etika Satker RKA, yang menurutnya melupakan nilai-nilai demokrasi.

Laporan Wartawan TribunBarru.com, Akbar HS

TRIBUNBARRU. COM, BARRU - Bupati Barru, Ir Suardi Saleh melakukan mediasi bersama sejumlah aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang Barru di ruang rapat Kantor Pemda Barru Jl Sultan Hasanuddin, Kecamatan Barru, Kabupaten Barru, Senin (11/12/2017).

Mediasi tersebut yakni terkait polemik rencana pemindahan 809 makam yang di lalui Rel Kereta Api (RKA) di Lingkungan Polewali, Kelurahan Kiru-kiru Kecamatan Soppeng Riaja.

Dalam forum mediasi itu, juga dihadiri Kepala Dinas (Kadis) Perhubungan Barru, Andi Adnan Aziz, Kadis Pertanahan Barru, Camat Soppeng Riaja, Charly S Discher Kepala Lingkungan Polewali, Satker RKA, serta beberapa tokoh pemuda dan masyarakat Soppeng Riaja.

Dalam mediasi tersebut, PMII cabang Barru mengkritisi etika Satker RKA, yang menurutnya melupakan nilai-nilai demokrasi.

"Hingga forum mediasi dilakukan, Satker RKA dan pemerintah setempat tidak pernah melakukan sosialiasasi bahwa makam di Capoe dilewati jalur RKA," kata Ketua PMII cabang Barru, Abram (25).

Persoalan tersebut, kata dia, menjadi penyebab sehingga muncul polemik di tengah masyarakat, khususnya warga Soppeng Riaja.

"Ditambah lagi tidak pernahnya melakukan musyawarah mufakat bersama masyarakat  setempat untuk membahas hal ini agar terjadi kesepakatan tentang solusi 809 makam tersebut," ujarnya.

Selain itu, PMII cabang Barru juga mengingatkan pentingnya budaya 'Mappatabe' yang ada di kalangan masyarakat bugis Makassar.

"Hal ini kami tekankan agar Satker RKA tidak bertindak semaunya dan mengambil keputusan secara sepihak tanpa melibatkan masyarakat setempat," tegas Abram.

Halaman
123
Penulis: Akbar
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved