TribunTimur/
Home »

News

Usai Telpon 5 Pimpinan Arab, Trump Akui Yerussalem Jadi Ibukota Israel

Keputusan kontroversi yang akan menggemparkan dunia Arab, ini ditempuh Gedung Putih setelah menelepon lima pemimpin Timur Tengah.

Usai Telpon 5 Pimpinan Arab, Trump Akui Yerussalem Jadi Ibukota Israel
VOA courtesy
Warga Palestina membakar gambar-gambar Presiden Amerika Donald Trump di Bethlehem, 5 Desember 2017. Trump akan mengumumkan pengakuan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel pada hari ini, Rabu (6/12). 

WASHINGTON, – Presiden Amerika Serikat Donald J Trump (73), segera mengumumkan resmi pengakuan negaranya kepada keberadaan Israel, sebagai negara berdaulat.

Pemerintah Amerika, seperti dilansir Voice of Amerika (VOA), Rabu (6/12/2017) akan mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, dan menginstruksikan pemindah Kedutaan Besar Amerika dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Keputusan kontroversi yang akan menggemparkan dunia Arab, ini ditempuh Gedung Putih setelah menelepon lima pemimpin Timur Tengah.

Baca: Presiden AS Donald Trump ke Asia, Datangi Indonesia? 

Kepada kelima pemimpin Arab itu, Trump secara terpisah, memberikan penjelasan singkat mengenai keputusan politik luar negeri yang akan kian menguatkan ‘arus’ kebencian negara Arab ke pemerintahan Trump.

Kelima pimpin negara yang ditelepon adalah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, pemimpin Palestina Mahmoud Abbas, Raja Yordania Abdullah, Presiden Mesir Abdel-Fattah el-Sissi, dan Raja Arab Saudi Salman Bin Abdulaziz Al Saud.

Baca: POMA 2017 Ajang Uji Pasar Mobil KTI di Masa Pemulihan Ekonomi

Kepada kelima pemimpin berpengaruh Arab iru, Trump mengatakan kebijakan itu sebagai pengakuan dan konfirmasi realita sejarah dan masa kini.

Pernyataan Gedung Putih tidak memberikan rincian pembicaraan itu dan hanya mengatakan “para pemimpin juga membahas kemungkinan keputusan menyangkut Yerusalem.”

Ditambahkan, Trump menegaskan lagi komitmen untuk memajukan perundingan perdamaian Israel Palestina dan pentingnya mendukung perundingan itu.

Para pejabat Gedung Putih mengatakan, Selasa petang, bahwa Trump tidak saja mengakui Yerusalem sebagai ibu kota bersejarah untuk orang Yahudi, namun juga sebagai pusat pemerintahan Israel, sejak berdirinya Israel modern pada 1948.

Penulis: Alfian
Editor: Thamzil Thahir
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help