TribunTimur/

Ternyata Ini Alasan Polres Palopo Larang Tahanan Ini Ikuti Prosesi Pemakaman Ayahnya

Pertimbangan itu juga sudah dipikirkan matang-matang dan sudah sesuai prosedur yang berlaku.

Ternyata Ini Alasan Polres Palopo Larang Tahanan Ini Ikuti Prosesi Pemakaman Ayahnya
hamdan soeharto/tribunpalopo.com
Jenazah ayah tahanan narkoba dibawa ke Mapolres Palopo, Rabu (6/12/2017). 

Laporan Wartawan TribunPalopo.com, Hamdan Soeharto

TRIBUNPALOPO.COM, WARA - Polres Palopo yang tak mengizinkan tahanan untuk mengikuti prosesi pemakaman ayahnya bukan tanpa alasan.

Menurut Waka Polres Palopo, Kompol Woro Susilo, pihaknya melarang atas beberapa pertimbangan. Pertimbangan itu juga sudah dipikirkan matang-matang dan sudah sesuai prosedur yang berlaku.

"Tentu kami punya alasan tersendiri. Kita melihat situasi keamanan. Karena ini merupakan kasus atensi maka ini sangatlah beresiko," kata Kompol Woro Susilo kepada TribunPalopo.com, Kamis (7/12/2017).

Dikatakan, resiko terbesar yang dapat terjadi jika tahanan diizinkan keluar lingkungan Mapolres adalah kabur. Terkadang juga pihak keluarga bisa menghalangi Kepolisian apabila tahanan yang telah diberikan izin itu akan ditahan kembali.

Baca: Geledah Kamar Tahanan Narkoba, Kalapas Palopo Temukan Ini

Baca: Jemput Tahanan Narkoba di Tarakan, Tim Polres Parepare Diserang Puluhan Napi

"Sesuai pengalaman kadang ada keluarga yang mencoba menghalangi jika dijemput lagi. Yang bisa kami lakukan hanya membawa keluarga dan jenazah orangtuanya ke Mapolres Palopo," ungkapnya.

Kompol Woro Susilo pun sangat mengharapkan agar seluruh masyarakat  dapat memahami situasi tersebut.

"Tadi juga keluarga telah berterima kasih kepada kami karena telah diizinkan ketemu meskipun hanya di sekitar wilayah Polres. Kami harap semu bisa mengerti," jelasnya.

Sekadar informasi, seorang tahanan narkoba berinisial MP (16) tengah ditimpa musibah karena telah ditinggalkan seorang ayah bernama Nurdin (36).

Ia ingin menemui jenazah ayahnya dan mengikuti pemakamannya, namun tidak mendapatkan izin dari polisi.(*)

Penulis: Hamdan Soeharto
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help