TribunTimur/

Pilgub Sulsel 2018

Simpatisan NA-ASS Diduga Dianiaya di Gowa, Ini Pernyataan Sikap Tim Prof Andalan

Diduga dianiaya oleh lima orang di desa Lembang Loe, Kecamatan Biringbulu, Kabupaten Gowa.

Simpatisan NA-ASS Diduga Dianiaya di Gowa, Ini Pernyataan Sikap Tim Prof Andalan
Tim pemenangan pasangan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (NA-ASS) menggelar jumpa pers terkait rencana kegiatan “Gerak Bersama Prof Andalan Serentak di 3.038 desa se-Sulsel” di Media Center Prof Andalan, Jalan Boulevard Makassar, Jumat (10/11/2017). kegiatan “Gerak Bersama Prof Andalan Serentak di 3.038 desa se-Sulsel”, pada 17 Desember 2017 dengan hadiah berupa, 50 unit sepeda motor, seribu unit sepeda, 20 kupon haji, 30 kupon umrah dan sejumlah hadia hiburan lainnya. tribun timur/muhammad abdiwan 

Laporan wartawan Tribun-Timur, Saldy

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kasus penganiayaan yang dialami simpatisan Nurdin Abdullah dan Andi Sudirman Sulaiman menjadi perhatian Tim Media Prof Andalan.

Tim media Prof Andalan Haeruddin Nurman mengatakan kejadian ini memperlihatkan bahwa dalam penghelatan pemilihan gubernur Sulsel ini sudah dicederai dengan adanya tindakan penganiayaan salah seorang Koordinator Desa Tim pemenangan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (Prof Andalan), Sialim Dg Situru.

Menurutnya simpatisan Nurdin Abdullah ini diduga dianiaya dengan senjata tajam oleh lima orang di desa Lembang Loe, Kecamatan Biringbulu, Kabupaten Gowa.

Terkait dengan itu, Haeruddin pun menyatakan sikap diantaranya :

Pertama, Tim Prof Andalan mengecam keras tindakan penganiayaan terhadap relawan kami di Kabupaten Gowa karena tindakan anarkisme tersebut mencederai proses demokrasi yang sehat dan beradab.

Kedua, kami mendesak pihak yang berwajib untuk mengusut tuntas dan menindak para pelaku kasus penyerangan dan penganiayaan tersebut hingga tuntas keakar akarnya.

Ketiga, kami menghimbau kepada seluruh relawan Prof Andalan agar tetap tenang dan menjaga situasi tetap kondusif.

Keempat, Tim Relawan Prof Andalan bersimpati sedalam dalamnya kepada korban dan keluarga atas penganiyaan tersebut.

Kelima, Tim Relawan Prof Andalan akan menanggung seluruh biaya pengobatan korban tersebut.

"Kami himbau kepada seluruh tim dan relawan agar tatap tenang atas kejadian tersebut," Haeruddin menambahkan. (*)

Penulis: Saldy
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help