TribunTimur/

Sekda Jeneponto Tak Hadir, Panwas Layangkan Panggilan Kedua

Menurut Saiful, jika hingga pukul 16.00 Wita Muh Syarif tidak kunjung hadir, pihaknya akan melayangkan surat pemanggilan kedua.

Sekda Jeneponto Tak Hadir, Panwas Layangkan Panggilan Kedua
muslimin/tribunjeneponto.com
Ketua Panwas Jeneponto, Saiful 

TRIBUNJENEPONTO.COM, BINAMU - Hingga pukul 15.00 Wita, Sekretaris Daerah Jeneponto Muh Syarif, belum juga menghadiri panggilan Panitia Pengawas Pemilu (Panwslu) Jeneponto.

Hal itu diutarakan ketua Panwas Jeneponto, Saiful saat ditemui di kantornya Jl Ishak Iskandar, Kecamatan Binamu, Kamis (07/12/2017) sore.

"Kemungkinan tidak hadir beliau karena kita jadwalkan diundangannya itu jam dua, tapi ini sudah jam tiga mi lagi belum ada konfirmasi alasannya tidak hadir," kata Saiful.

Menurut Saiful, jika hingga pukul 16.00 Wita Muh Syarif tidak kunjung hadir, pihaknya akan melayangkan surat pemanggilan kedua.

"Kita tunggu-tunggu sampai jam empat ini, kalau beliau (Muh Syarif) belum juga hadir maka kita akan antarkan undangan pemanggilan kedua keruamahnya sebentar," ujarnya.

Lantas bagaiman jika undangan pemanggilan yang kedua kalinya tidak dipenuhi?

Saiful mengaku akan tetap memproses hasil temuan dugaan keterlibatan Muh Syarif selaku aparatur sipil negara dalam politik praktis.

"Kalau panggilan kedua beliau (Muh Syarif) tidak juga hadir, maka beliau tidak menggunakan haknya untuk klarifikasi dan tetap kita akan proses hasil temuan kita yaitu dugaan pelanggaran kode etik ASN," tuturnya.

Dugaan keterlibatan Muh Syarif dalam politik praktis menurut Saiful lantaran Muh Syarif yang masih berstatus ASN aktiv telah menyebar baliho pencalonan dirinya sebagai bakal calon Bupati Jeneponto priode 2018-2023.

Selain itu, Muh Syarif oleh Panwas Jeneponto juga dianggap melanggar aturan ASN saat berpose bersama salah satu bakal calon gubernur SulSel.

Penulis: Muslimin Emba
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help