TribunTimur/

Program Inovasi Desa di Sulbar Terancam Gagal, Ini Penyebabnya

Ia mengatakan, terancam gagal dikarenakan hingga bulan Desember 2017, belum ada progres pencairan dana DOK dari KPN

Program Inovasi Desa di Sulbar Terancam Gagal, Ini Penyebabnya
nurhadi/tribunsulbar.com
Muhammad Subair Sunar

Laporan Wartawan TribunSulbar.com, Nurhadi

TRIBUNSULBAR.COM,MAMUJU - Program Inovasi Desa (PID) yang merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa melalui peningkatan kapasitas desa dalam mengembangkan rencana dan pelaksanaan pembangunan desa secara berkualitas, terancam gagal direalisasikan di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar).

Hal itu disampaikan oleh Muh. Subair Sunar, Tenaga Ahli Madya Pengelolaan Pengetahuan Program Inovasi Desa (TA Madya PP PID) KPW5 Sulawesi Barat.

Ia mengatakan, terancam gagal dikarenakan hingga bulan Desember 2017, belum ada progres pencairan dana DOK dari KPN tahap pertama sebesar 30 persen. Padahal batas akhir pencairan dana DOK berakhir pada pertengahan tahun ini.

"Bursa Inovasi Desa ini sedianya akan dilaksanakan disemua Kabupaten di Sulawesi Barat pada tanggal 14 - 27 Desember 2017, namun sampai sekarang progres pencairan dananya belum ada kejelasan," katanya.

Subair mengatakan, saat ini beberapa pengurus Tim Inovasi Kabupaten (TIK) mulai cemas dan mendesak KPW5 untuk mempercepat pencairan, dikarena tahapan pelaksananaan program sudah berjalan dan sudah menghabiskan banyak biaya.

"Nah jika pencairan dana DOK gagal, maka dipastikan TIK di daerah akan ribut, karena berutang,"ujarnya.

Program Inovasi Desa diselenggarakan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa, PDTT) dengan dukungan pendanaan dari Bank Dunia.

Tujuanya program ini antara lain untuk mendukung pembangunan desa yang lebih kreatif dalam mendorong pengembangan ekonomi lokal dan pengembangan sumber daya manusia. Dalam rangka percepatan pelaksanaan program inovasi desa, pada tingkat kecamatan akan dibentuk Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID)

Penulis: Nurhadi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help