TribunTimur/

Pelindo IV Lakukan 8 Hal Berikut untuk Tingkatkan PNBP

Dirjen Hubla Kemenhub, Agus H Purnomo membuka Focus Group Discussion (FGD) yang digelar PT Pelabuhan Indonesia IV

Pelindo IV Lakukan 8 Hal Berikut untuk Tingkatkan PNBP
Handover
Direktur Jenderal Perhubungan Laut (Dirjen Hubla) Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Agus H Purnomo membuka Focus Group Discussion (FGD) yang digelar PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) Makassar, Kamis (7/12/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Timur Hasrul

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Direktur Jenderal Perhubungan Laut (Dirjen Hubla) Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Agus H Purnomo membuka Focus Group Discussion (FGD) yang digelar PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) Makassar, Kamis (7/12/2017).

Pada kegiatan bertajuk Transformasi Pengelolaan di Kawasan Timur Indonesia dan Program Tol Laut Pemerintah, Direktur Utama PT Pelindo IV, Doso Agung melakukan expose tentang “Quick Win Transformasi Pengelolaan Pelabuhan di Indonesia Timur.”

Menurut Doso, selama ini pihaknya sudah melakukan delapan hal untuk quick win penurunan cost logistik dan peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), yaitu konektivitas pelabuhan pemerintah dan pelabuhan komersial.

“Selain itu, kami juga melakukan pelaksanaan pengerukan, pelimpahan pemanduan, simplifikasi tarif yang direvitalisasi dalam bentuk tarif paket, perubahan proses penetapan tarif, kegiatan bongkar muat barang umum di Terminal untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) dan pengoperasian fasilitas APBN di pelabuhan umum komersial, serta pengelolaan Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) di pelabuhan,” jelas Doso.

Dia memaparkan, khusus penataan pengelolaan TKBM, biaya TKBM di Indonesia Timur tanpa alat bongkar muat mencapai 70 persen sampai 80 persen. Apabila menggunakan alat bongkar muat mencapai 50 persen dari biaya bongkar muat atau stevedoring.

Adapun, penataan pengelolaan TKBM dengan aturan baru yaitu pertama, terdapat alternatif penyedia layanan TKBM (tidak monopoli), di mana TKBM akan memiliki sertifikasi dan terlatih, jaminan produktivitas dan kecepatan kerja selama 24 jam, kesejahteraan lebih terjamin dalam arti, gaji bulanan, insentive atau lembur, tunjangan dan bonus produktivitas. Serta dapat dilakukan Service Level Agreement (SLA) atau Service Level Guarantee (SLG) (responsibility).

“Kedua, penggunaan alat modern harus dapat menurunkan cost logistic, sehingga pekerjaan TKBM menjadi lebih ringan. Yaitu dengan melakukan konversi cargo dari non kontainer ke kontainer, installment alat bongkar muat yang berdampak pada lower cost dan single cost yaitu tarif paket, sehingga memudahkan perhitungan atau simplifikasi," kata Doso.(*)

Penulis: Hasrul
Editor: Ardy Muchlis
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help