TribunTimur/

Oknum Satpol PP Pemkot Makassar Terus Berjuang Agar Dibebaskan dari Hukuman

Mantan Wakil Ketua Lembaga Bantuan Hukum Kota Makassar mengaku bahwa proses sidang peninjauan kembali terhadap klienya sudah memasuki tahap akhir.

Oknum Satpol PP Pemkot Makassar Terus Berjuang Agar Dibebaskan dari Hukuman
TRIBUN TIMUR/HASAN BASRI
Jusman, anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemkot Makassar yang menjadi terdakwa kasus dugaan penikaman yang menewaskan anggota Sabhara Polda Sulsel, Bripda Michael Abraham dituntut selama lima tahun penjara. 

Laporan wartawan Tribun Timur Hasan Basri

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR-- Terpidana kasus penikaman yang menewaskan anggota Sabara Polda Sulsel, Bripda Michael Abraham di Kantor Balaikota, Makassar, Jusman terus berjuang agar dibebaskan dari segala hukuman yang dijatuhkan kepadanya.

Oknum Satuan Polisi Pamong Praja Pemerintah Kota Makassar yang tengah menjalani sidang Peninjauan Kembali (PK) atas vonis empat tahun penjara terhadap dirinya.

"Kami berharap agar permohonan PK dikabulkan dan membatalkan putusan PN Makassar dan membebaskan terdakwa dari seluruh dakwaan JPU," kata Kuasa Hukum terpidana Jusman, Zulkifli Hasanuddin.

Mantan Wakil Ketua Lembaga Bantuan Hukum Kota Makassar mengaku bahwa proses sidang peninjauan kembali terhadap klienya sudah memasuki tahap akhir.

"Tadi agendanya pembacaan jawaban atau tanggapan JPU atas permohonan PK. Jadi tinggal majelis bermusyawarah atas permohonan PK tersebut," ujarnya.

Majelis hakim memberi waktu seminggu, setelah itu akan diserahkan ke Hakim Mahkamah Agung untuk diperiksa dan diputuskan.

Adapun Jusman menikam anggota Sabara Polda Sulsel, Bripda Michael Abraham di Kantor Balaikota, Makassar beberapa bulan lalu hingga tewas.

Sementara Jusman, anggota Satpol PP sebelumnya mengaku melakukan penikaman karena dalam kondisi terpaksa.

Ia dipukul dan dianiaya beberapa kali oleh sekelompok orang berpakaian preman. Dia dipukul dengan menggukanan benda tumpul.

"Saat itu n msaya sementara disekitar mess Balaikota. Tiba tiba malam itu, saya dengar tembakan dua kali. Seketika saat itu, saya dan teman teman lain mencoba menyelamatkan diri,"kata Jusman

Namun kata dia , saat itu tiba-tiba dihadang dan langsung memukul terdakwa sampai terkapar. Setelah pelaku meninggalkan terdakwa, Jusman mencoba masuk ke dalam Mess.

Tapi naasnya, para pelaku kembali mengejar terdakwa dan mengeroyoknya hingga babak belur.

"Saat dikeroyok hingga tiga kali. Pada saat pemukulan terakhir, secara spontan saya langsung tarik badik dan menikam," bebernya.

Penulis: Hasan Basri
Editor: Ardy Muchlis
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help