TribunTimur/

Korupsi, Dua Rekanan Proyek Pembangunan Lab FT UNM Divonis Bersalah

Terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar. Pasal 3, jo pasal 18, Undang undang Tipikor, jo pasal 55 ayat (1) ke (1), jo pasal 64 KUHP.

Korupsi, Dua Rekanan Proyek Pembangunan Lab FT UNM Divonis Bersalah
TRIBUN TIMUR/HASAN BASRI
Sidang pembacaan putusan terhadap guru besar Universitas Negeri Makassar (UNM) , Prof Mulyadi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Makassar Selasa (05/12/2017) digelar hingga malam. Hingga pukul 20.30 Wita proses persidangan masih berlangsung. Majelis hakim yang dipimpin langsung Rianto Adam Ponto dan dua hakim anggota lainya Abd Razak dan Cenning Budiana masih membacakan materi putusan. 

Laporan wartawan Tribun Timur Hasan Basri

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Dua rekanan proyek pembangunan laboratorium terpadu Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar divonis bersalah oleh Majelis
Mejelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (TIPIKOR) Makassar, Rabu (6/12/2017).

Ir Edy Rachmad Widianto (Dirut PT Jasa Bhakti Nusantara) divonis pidana 3 tahun penjara, denda Rp50 juta, subsidaer 2 bulan kurungan. Sementara Ir Yauri Razak dijatuhi pidana 2 tahun penjara, denda Rp50 juta, subsidaer 1 bulan kurungan.

Kedua terdakwa kata majelis hakim, telah terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar. Pasal 3, jo pasal 18, Undang undang Tipikor, jo pasal 55 ayat (1) ke (1), jo pasal 64 KUHP.

Sehari sebelumnya guru besar Universitas Negeri Makassar (UNM) , Prof Mulyadi divonis bersalah dalam kasus yang sama. Prof dijatuhi pidana penjara selama dua tahun dan delapan bulan penjara.

Selain pidana penjara, Prof Mulyadi juga dikenakan denda Rp 50 juta. Jka tidak mampu membayar denda, maka diganti satu bulan kurungan. Hakim juga memerintahkan agar terdakwa tetap ditahan. (*)

Penulis: Hasan Basri
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help