TribunTimur/

Keluarga MP Bantah Pernyataan Wakapolres Palopo

Hal lain yang sangat membuat kecewa adalah terkait pernyataan Wakapolres Palopo Kompol Woro Susilo yang mengatakan

Keluarga MP Bantah Pernyataan Wakapolres Palopo
hamdan/tribunpalopo.com
Iswar Alias (29) salah satu keluarga yang ditemui TribunPalopo.Com di Jl Tanjug Ringgit, Kelurahan Pontap, Kecamatan Wara Timur, Kota Palopo, Kamis (7/12/2017) sore, mengaku oknum Polisi Palopo telah kehilangan rasa kemanusiaan. 

Laporan Wartawan TribunPalopo.Com, Hamdan Soeharto.

TRIBUNPALOPO.COM, WARA - Keluarga almarhum Nurdin sangat terpukul dengan sikap Kepolisian Palopo'>Polres Palopo yang tidak mengizinkan MP (16), tahanan narkoba, untuk menemui jenazah ayahnya saat akan dimakamkan, Rabu (6/12/17).

Iswar Alias (29), salah satu keluarga yang ditemui TribunPalopo.Com di Jl Tanjug Ringgit, Kelurahan Pontap, Kecamatan Wara Timur, Kota Palopo, Kamis (7/12/2017) sore, mengaku polisi Palopo telah kehilangan rasa kemanusiaan.

"Terus terang kami sangat terpukul. Kami tidak menyangka hal itu terjadi," kata Iswar.

Hal lain yang sangat membuat kecewa adalah terkait pernyataan Wakapolres Palopo Kompol Woro Susilo yang mengatakan, pihak Polres telah berinisiatif mempertemukan tahanan dengan jenazah ayahnya di Lingkungan Mapolres Palopo.

"Kami sangat kecewa saat ada klarifikasi dari Waka Polres yang mengatakan hal itu. Padahal yang mempertemukan jenazah itu dengan anaknya yang ditahan adalah inisiatif keluarga sendiri," tambahnya.

Dikatakannya juga, alasan pihak Palopo'>Polres Palopo sangat tidak masuk akal jika mengkhawatirkan tahanan dibawah umur itu akan kabur. Padahal dari pihak keluarga siap menjamin, bahkan ibunya sendiri siap berada didalam sel untuk menggantikan sementara.

"Ibu pelaku juga sudah sujud didepan Waka Polres. Bahkan siap menggantikan anaknya didalam sel dan tiga anggota DPRD Palopo juga siap pasang badan untuk mendampingi agar pelaku tidak kabur jika diberi izin untuk menemui jenazah ayahnya," katanya.

Selain itu juga, pihak keluarga hanya meminta anak yang ditahan itu untuk dikeluarkan dalam waktu setengah jam untuk melihat jenazah ayahnya sebelum dimandikan.

Sekedar diketahui, seorang tahanan narkoba berinisial MP (16) tengah ditimpa musibah karena telah ditinggalkan seorang ayah bernama Nurdin(36).

Ia ingin menemui jenazah ayahnya dan mengikuti pemakamannya, namun tidak mendapatkan izin dari Polisi.

Penulis: Hamdan Soeharto
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help