TribunTimur/

Guru 'Jomblo' di MAN Baraka Enrekang Ini Ngaku Heran Soal Kebijakan Mutasi

Penempatan guru seharusnya disesuaikan dengan skala prioritas dan ditempakan di daerah asal masing-masing.

Guru 'Jomblo' di MAN Baraka Enrekang Ini Ngaku Heran Soal Kebijakan Mutasi
muh aziz albar/tribunenrekang.com
Guru Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Baraka Kabupaten Enrekang, Nursalim. 

Laporan Wartawan TribunEnrekang.com, Muh Azis Albar

TRIBUNENREKANG.COM, ENREKANG - Dinas Pedidikan (Diknas) Sulawesi Selatan berencana akan merotasi guru-guru SMAN/SMKN yang masih berstatus single atau jomblo di daerah-daerah.

Tak ayal rencana tersebut mengundang beragam reaksi dari kalangan guru-guru yang masih jomblo. Salah satunya Guru Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Baraka Kabupaten Enrekang, Nursalim.

Ia mengaku, heran dengan adanya rencana tersebut. Itu lantaran menurutnya mutasi para guru tak mesti harus diprioritaskan yang masih jomblo. Status single, kata dia, belum tentu tidak memiliki tanggung jawab dalam keluarga.

"Bisa saja dia masih jomblo tapi dia adalah tulang punggung keluarga atau harus menjaga ibu atau saudaranya, jadi saya rasa jomblo bukan menjadi acuan," kata Nursalim kepada TribunEnrekang.com, Kamis (7/12/2017).

Baca: Ini Tanggapan Guru di Sinjai Soal Kebijakan Disdik Sulsel Soal Mutasi Guru Jomblo

Baca: Soal Rotasi Guru Jomblo di Sulsel, Bupati Pangkep Yes!

Ia menjelaskan, penempatan guru seharusnya disesuaikan dengan skala prioritas dan ditempakan di daerah asal masing-masing.

Sehingga pembelajaran siswa berjalan efektif karena para guru tak mesti harus memikirkan keluarganya yang jauh.

"Jadi guru harus ditempatkan di daerah asalnya supaya lebih rajin dan efektif pembelajarannya, dan tak banyak izin karena harus pulang kampung," tuturnya.

Namun, apapun keputusan yang telah ditetapkan oleh Diknas selaku atasannya Ia siap menerima hal tersebut.(*)

Penulis: Muh. Asiz Albar
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help