TribunTimur/

Prof Mulyadi Masih Pikir-pikir Atas Putusan 2 Tahun 8 Bulan Penjara

Guru besar Universitas Negeri Makassar (UNM) Prof Mulyadi belum mengambil sikap atas putusan yang dijatuhkan terhadap dirinya.

Prof Mulyadi Masih Pikir-pikir Atas Putusan 2 Tahun 8 Bulan Penjara
TRIBUN TIMUR/HASAN BASRI
Sidang pembacaan putusan terhadap guru besar Universitas Negeri Makassar (UNM) , Prof Mulyadi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Makassar Selasa (05/12/2017) digelar hingga malam. Hingga pukul 20.30 Wita proses persidangan masih berlangsung. Majelis hakim yang dipimpin langsung Rianto Adam Ponto dan dua hakim anggota lainya Abd Razak dan Cenning Budiana masih membacakan materi putusan. 

Laporan wartawan Tribun Timur Hasan Basri

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Guru besar Universitas Negeri Makassar (UNM) Prof Mulyadi belum mengambil sikap atas putusan yang dijatuhkan terhadap dirinya.

Mulyadi divonis dua tahun delapan bulan penjara atas kasus dugaan korupsi proyek pembangunan gedung laboratorium Fakultas Teknik UNM.

"Karena masih ada kesempatan waktu satu minggu, kami pikir pikir dulu," kata Kuasa Hukum terdakwa Syamsuddin.

Syamsuddin mengaku belum bisa mengambil sikap tanpa melalui musyawara dengan tim dan terdakwa sendiri.

Selain pidana penjara, Prof Mulyadi juga dikenakan denda Rp 50 juta. Bilamana tidak mampu membayar denda, maka diganti satu bulan kurungan. Hakim juga memerintahkan agar terdakwa tetap ditahan.

Vonis yang dijatuhkan hakim lebih ringan dibandingkan dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum. JPU sebelumnya menuntut pidana 4 tahun penjara denda Rp 50 juta, subsidaer 6 bulan kurungan. (San)

Penulis: Hasan Basri
Editor: Ardy Muchlis
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help