TribunTimur/

Prof Dr Anwar Arifin Luncurkan Buku Pergulatan Pemikiran Keindonesiaan

Buku tersebut merupakan karya keempat Prof Anwar Arifin tahun ini, dan menjadi yang ke-54 dari seluruh karyanya.

Prof Dr Anwar Arifin Luncurkan Buku Pergulatan Pemikiran Keindonesiaan
FAHRIZAL SYAM
Guru Besar Universitas Hasanuddin, Prof Dr Anwar Arifin meluncurkan buku karyanya berjudul Pergulatan Pemikiran Keindonesiaan, di Hotel Continent Centerpoint, Jl Adhyaksa Makassar, Rabu (6/12/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Fahrizal Syam

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Guru Besar Universitas Hasanuddin, Prof Dr Anwar Arifin meluncurkan buku karyanya berjudul Pergulatan Pemikiran Keindonesiaan, di Hotel Continent Centerpoint, Jl Adhyaksa Makassar, Rabu (6/12/2017).

Buku tersebut merupakan karya keempat Prof Anwar Arifin tahun ini, dan menjadi yang ke-54 dari seluruh karyanya.

"Alhamdulillah tahun ini menyelesaikan empat judul buku. Teori Pers Pancasilla, Demokrasi dalam Ancaman dan Bahaya, Pergulatan Pemikiran Keindonesiaan, dam kumpulan puisi dan cerpen berjudul Bersyukur," ungkap Anwar.

Prof Anwar mengatakan, menulis buku merupakan hobinya sejak kecil yang berawal dati kesenangannya menulis cerpen.

"Ini adalah hobi, karena semua orang akan memberi energi besar pada hobinya, dan saya pikor ini masih hobi kecil. Ada yang punga hobi modifikasi kendaraannya sampai menghabiskan banyak uangnya hanya untuk senang-senang. Kalau begitu saya juga harus seperti itu. Cita-cita saya memang ingin jadi penulis dari kecil, tapi kemudian masuk STM dan sempat membuatnya agak kabur. Tapi saya sering menulis cerpen waktu itu," kata Prof Anwar.

Mantan Rektor UVRI ini mengatakan, buku karyanya itu terdiri dari 70 artikel yang dibagi dalam tujuh bagian.

"Buku ini terdiri dari 70 artikel sebagai simbol usia saya 70 tahun, dan juga terdapat 7 bagian di dalamnya yakni politik, komunikasi, pembangunan, pendidikan, cendekiawan, mahasiswa dan pemuda," ucapnya.

Usai peluncuran, buku ini langsung dibedah dengan menghadirkan pembahas yakni Rektor Unhas Prof Dwia Aries Tina Palubuhu, Mantan Rektor Universitas Pejuang Indonesia (UPRI) Dr Andi Niniek Fariaty Lantara, dan Guru Besar UIN Alauddin Prof Qasim Mathar.

Puluhan orang hadir peluncuran dan bedah buku ini, beberapa di antaranya merupakan Guru Besar dari UNM, Unhas, dan UIN Alauddin Makassar. (*)

Penulis: Fahrizal Syam
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help