TribunTimur/
Home »

Bisnis

» Mikro

Ingin Usaha Tapi Takut Riba, Mungkin Kegiatan Ini Solusinya

Diharapkan, seminar perdana itu membuka cara pikir pelaku usaha dan berani berhijrah dengan memulai sebuah usaha tanpa harus berhutang di perbankan

Ingin Usaha Tapi Takut Riba, Mungkin Kegiatan Ini Solusinya
ilustrasi
bisnis tanpa riba 

MAKASSAR, TRIBUN - Komunitas Makassar Bebas Riba akan menggelar seminar bisnis bertajuk “Kembali ke Titik Nol” di Ballroom Menara Bosowa Lantai FR, Jl Jenderal Sudirman, Makassar, pada 9 Desember 2017 mendatang.

Seminar mengusung tema “Hidup Berkah Rezeki Berlimpah tanpa Hutang dan Riba!” dengan mengundang pembicara sekaligus enterpreneur, Saptuari Sugiharto, dan ustad Rahmat Parenrengi.

Seminar ini menargetkan jumlah peserta sekitar 300 orang mengikuti seminar yang berlangsung mulai pukul 07.30 hingga 12.00 WITA. Ketua panitia seminar, Akhsan, menyebutkan dua agenda kajian yang akan dibahasa dalam seminar itu yaitu kajian bisnis dan kajian agama.

"Untuk kajian bisnis, Saptuari Sugiharto yang merupakan penulis buku sekaligus motivator akan memberikan tips bagaimana melepaskan diri dari riba dan pinjaman. Ia juga akan share kisah-kisah inspiratif orang yang telah berhasil move on dan hijrah dari riba," katanya, Rabu (6/12/2017).

Saptuari Sugiharto adalah owner Kedai Digital Corp, Jogist (Kaos Jogja Istimewa), dan Tengkleng Hohah. Bukunya "Berani Menjadi Taubaters", "Catatan Indah Untuk Tuhan", dan "Kembali ke Titik Nol".

Hal itu diungkapkan Akhsan saat berkunjung ke redaksi Tribun Timur ditemani panitia pelaksana, Resha dan Andi Rifki. Diharapkan, seminar perdana itu membuka cara pikir pelaku usaha dan berani berhijrah dengan memulai sebuah usaha tanpa harus berhutang di perbankan.

Tiket Seminar
Bagi warga yang berminat mengikuti seminar tersebut maka dapat membeli tiketnya di Alauddin Plaza Blok BA No 9 atau menghubungi panitia, Akhsan, di nomor 081144 0065. Tiket reguler dibanderol Rp 250 ribu per orang.

Akhsan menambahkan Komunitas Makassar Bebas Riba akan mengadakan pertemuan lanjutan dan pendampingan kepada anggotanya.

"Intinya kami mengajak saudara-saudara muslim mengetahui lebih dalam seperti apa riba dan bahayanya. Bagaimana memberikan penghasilan yang berberkah untuk keluarga serta memberikan edukasi," katanya.(*)

Penulis: Nurul Adha Islamiah
Editor: Ridwan Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help