2 Tahun Revolusi Toilet di China, Wisata Tumbuh 50%

Dia ingin mengikuti tiga generasi pemimpin Republik Rakyat China yang dikenang dunia, Jiang Zemin, Mao Zedong dan Deng Xiaoping dengan cara berbeda.

2 Tahun Revolusi Toilet di China, Wisata Tumbuh 50%
dok_instagram/cnn
Toilet di Kota Xianjin, China setelah direnovasi 2016 

TIONGKOK modern senantiasa mengenang dua revolusi politik bersejarah. Pertama, Revolusi Xinhai (1911-1921). Pergerakan politik besar kedua, Revolusi Komunis Tiongkok (1949).

Revolusi pertama digagas Tongmenghui, aliansi kelompok revolusioner Tiongkok daratan. Empat bulan revolusi ‘gerakan bawah tanah’ ini membentuk pemerintah China modern, menyusul jatuhnya Dinasti Qing, Kaisar Xuantong turun tahta, dan pendirian pemerintahan sementara China.

Revolusi ini sukses. Tokoh-tokoh revolusi mulai menata pemerintahan “baru’.

Hingga kini, Revolusi Xinhai diperingati sebagai Hari Sepuluh Kembar di Taiwan, China daratan, Hong Kong, dan Macau ini, kini jadi kalender wisata.

Revolusi kedua, Revolusi Komunis Tiongkok atau Revolusi 1949. Inilah masa puncak dari pengendalian kekuasaan Partai Komunis Tiongkok sejak pendiriannya pada 1921 dan bagian kedua dari Perang Saudara Tiongkok (1946–1949).

Namun. dua tahun terakhir, --negeri dengan dua revolusi berdarah sekaligus bersejarah--, revolusi itu justru mulai menikmati hasil dan revenue dari revolusi ‘sederhana’, Revolusi Toilet.

Penggagas Revolusi Toilet ini adalah presiden China Xi Jinping (64 tahun). Dia memulai revolusi tak melulu bermuatan politik, dan manfaatnya langsung menggerakkan ekonomi dan terlihat oleh 1,3 miliar rakyat China, dan dipelototi mata dunia.

Dia ingin mengikuti tiga generasi pemimpin Republik Rakyat China yang dikenang dunia, Jiang Zemin, Mao Zedong dan Deng Xiaoping dengan cara berbeda.

Dua tahun setelah resmi, menjabat presiden menggantikan pendahulunya, Hu Jintao (2002 – 2012), Xi Jinping mengkampanyekan gerakan rehabilitasi publik toilet di penjuru Negeri Tirai Bambu.

Di awal taun 2015, dia menginstruksikan pembangunan dan rehabilitasi fisik dan manajemen 68.000 publik toilet di 2000-an destinasi wisata di 23 provinsi termasuk di Taiwan.

Halaman
123
Penulis: Saldy
Editor: Thamzil Thahir
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help